Sahala TP Hutabarat: BEM UI Boleh Kritis Namun Tetap Beretika dan Bermoral
CYBER88 | Pekanbaru - Menanggapi pernyataan BEM UI yg menyatakan bahwa Presiden adalah King of lip Service, salah seorang Dosen dan juga sebagai seorang praktisi hukum ternama di Pekanbaru, Ir Sahala TP Hutabarat, SH., MH., angkat suara terkait pernyataan Leon BEM UI yang masih tercatat sebagai mahasiswa di universitas ternama dan sebagai universitas favorit di Indonesia.
"Saya hanya kasihan melihat orang tua BEM UI tersebut yang telah gagal mendidik anaknya agar mempunyai moral dan etika dalam menyampaikan pendapat baik di media sosial atau di khalayak ramai.
Dalam menyampaikan pendapat atau mengkritisi suatu permasalahan kita juga harus memakai etika yg baik dan benar, apalagi hal tersebut menyangkut orang tua kita, karena presiden Joko Widodo itu juga kan orang tua kita, yang harus kita hargai dan hormati, seperti juga orang tua kita di rumah.
Juga para elit politik juga agar lebih memakai akal sehat, dan di pakailah etika berpolitik, jangan anak anak kita ini, diajari ke jurang dengan memprovokasi mereka membenci orang tuanya.
Saran saya kepada BEM UI tetap kritis tapi beretika dan bermoral, karena itu mencerminkan diri dan keluargamu.
Bravo BEM UI yg masih punya akal sehat, jangan mau terprovokasi oleh sekumpulan orang yang tidak beretika.
Dan terakhir, jaga nama baik Universitas Indonesia, agar Civitas sebelum Leon tidak malu akan gelar yang pernah di emban di UI," tutup Sahala tegas.


Komentar Via Facebook :