Seorang Warga Pekanbaru Terduga Teroris Ditangkap Tim Anti Teror Densus 88
Ilustrasi Internet
CYBER88 | Pekanbaru - Seorang pria berinisial MZA yang diduga tergabung dalam organisasi kemanusiaan membantu umat muslim di Palestina ditangkap Densus 88 di Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Selasa, (15/06/21).
Penangkapan itu dilakukan pada hari Senin (14/6/2021) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Demikian diceritakan oleh istri MZA.
Ia menceritakan, pagi tadi ada orang datang bersama RW setempat, dan membawa orang yang mengaku petugas kepolisian dari Mabes Polri, lalu membawa pergi suaminya.
“Tadi pagi ayah abis beli bumbu mau masak ayam kami kan, jadi ayah cari bumbu terus pulang, bantu cuci piring, pas lagi cuci piring ada yang gedor-gedor kuat, langsung dibawa aja gitu. Kalau tadi sih waktu dibawa awalnya belum ada info, cuman pak RW datang ketua mesjid juga datang memberi tau, kalau ini dari mabes. Kalau yang bawa itu 2 atau 3 orang, tapi kalau yang kesini itu banyak juga tadi,” kata wanita tersebut.
Ia juga menjelaskan, kalau suaminya itu pernah mengikuti organisasi Syam Organizer, organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan, yang mengumpulkan dana untuk membantu umat muslim di Palestina.
“Organisasi memang tergabung dalam lelangan itu kan, yang ke Palestina itu kan, tapi kapan beliau ada waktu beliau ke situ, beliau bantu, kapan ada kaya penggalangan dana, beliau bantu. Tujuannya untuk membantu umat Islam yang ada di sana , dan kami yakin tujuan beliau itu baik, saudara kita yang ada disana kan,” lanjutnya sambil menangis.
Lebih lanjut kata wanita yang tidak ingin disebutkan namanya itu membeberkan, kalau suaminya memang pernah terikat kontrak dalam organisasi pengumpul dana untuk Palestina itu, namun langsung mengundurkan diri.
Baru terikat kontrak itu baru, dan beliau udah langsung mengundurkan diri juga begitu. Karena beliau wajar ya namanya juga galang donasi kemana ya juga nanti perlu, kalau bisnis itu pakai nama saya semua, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan itu,” bebernya.
Kemudian ia meyakini kalau suaminya itu tidak pernah berbuat aneh-aneh selama mereka menjalin hubungan suami istri selama 5 tahun.
“Kalau aneh-aneh alhamdulilah belum ada. Kalau dugaannya seperti apa kita serahkan saja kepada Allah, Allah yang punya penghakiman Agung, Allah nanti yang punya pengadilan, Allah yang buka semuanya, mudah-mudah2an tidak ada apa-apa ayah bisa pulang dengan selamat,” tutupnya.
Bertetangga dengan MZA membuat pria inisial H juga menjadi sasaran Densus 88 Mabes Polri. Dia sempat ditangkap dan diinterogasi petugas karena dikira sebagai terduga teroris.
Saat ini, H sudah dilepaskan tapi harus dirawat di rumah sakit karena diduga sempat mengalami kekerasan dari petugas. H masih dirawat di Rumah Sakit Sansani di Jalan Soekarno-Hatta akibat salah tangkap itu.
"Iya dirawat, tadi sudah lihat ke rumah sakit, biaya orang itu (petugas) yang nanggung," kata istri H berinisial A.
Kepada wartawan, A menceritakan, Senin pagi, 14 Juni 2021, suaminya itu keluar dari rumah mencari bekal untuk anak sekolah. Namun H terlambat pulang dari jadwal semestinya.
A tidak berprasangka buruk karena mengira suaminya itu bertemu teman di jalan, apalagi sudah menjadi kebiasaan suaminya suka ngobrol dengan warga yang ditemui di jalan.
"Pagi, saya nyiapkan anak ke sekolah, suami cari bekal. Lambat pulangnya dan ada yang gedor-gedor pintu," cerita A.
Yang menggedor pintu tenyata pak RW bersama sejumlah orang diduga petugas. RW tadi meminta A ikut untuk menengok suaminya serta memintanya bersabar.
"Pak RW minta lihat, saya tanya kenapa? Lalu pak RW bilang ayah Fatih terduga teroris tapi salah tangkap, papi Jasmin (MZA yang akhirnya) kena tangkap," terang A.
Mendengar kabar itu, A langsung bergegas melihat suaminya ke rumah sakit. Dia melihat baju suaminya ada yang koyak sehingga harus mendapat perawatan.
Terkait MZA tetangganya yang ditangkap Densus 88, A menyatakan tidak ada hal mencurigakan. Selama ini sang tetangga hanya berjualan kurma.
"Mereka (MZA) orang baik, kami bertetangga saling mengingatkan kalau ada salah," sebut A.
A mengatakan MZA dan istri serta dua anaknya sudah lama tinggal di kontrakan di Jalan Muslimin, Kecamatan Marpoyan Damai. Selama ini MZA selalu aktif di lingkungan tempat tinggal.
"Sering ke masjid, itu saja, lalu jualan kurma," jelas A.
A sudah menemui IH, istri MZA, usai kejadian itu. A memberikan semangat kepada IH agar tidak berlarut dalam kesedihan karena yakin tetangganya itu tidak bersalah.
"Tadi kakak (IH) sudah ketemu abang (MZA), saya juga ketemu suami, katanya (MZA) sudah kena angkut," cerita A.
Kepada A, IH juga bercerita MZA sudah dibawa petugas dan RW setempat juga bertemu dengan IH serta memberikan semangat kepada warganya itu. *


Komentar Via Facebook :