Pasien Covid Membludak, RSUD Ujungberung Bandung Tutup Layanan IGD

Pasien Covid Membludak, RSUD Ujungberung Bandung Tutup Layanan IGD

CYBER88 | Bandung -- Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Yorisa Sativa mengatakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ujungberung, ditutup sementara untuk layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Menurut Yorisa, Penutupan tersebut dilakukan menyusul membeludaknya pasien Covid-19 yang menyebabkan terjadinya keterbatasan layanan tenaga kesehatan.  Selain itu, tidak adanya lagi ruang perawatan yang bisa dimanfaatkan.

“Pembatasan layanan untuk sementara waktu ini hanya berlaku khusus untuk pasien Covid-19 saja, kata Yorisa, dalam rilis yang diterima, Sabtu (3/7/2021).

“Pelayanan di RS tidak menutup semua tetapi hanya membatasi pelayanan untuk melindungi pasien dan petugas,” Katanya

Penutupan layanan IGD untuk pasien Covid-19, lanjut Yorisa, merupakan langkah agar jangan sampai pelayanan kesehatan RSUD Ujungberung menjadi kolaps.

Sebab, saat ini Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan juga tidak luput dari paparan Covid-19. 

“Tenaga Kesehatan pun jumlahnya saat ini menjadi terbatas karena banyak yang terpapar Covid-19,” imbuhnya.

Baca Juga : Antrian Jenazah Covid-19 di TPU Cikadut, Membuat Penggali Kubur Kelelahan

Tak bisa dipungkiri, kata Yorisa, kasus Covid-19 di Kota Bandung tengah meningkat tajam.

“Sebagai dampaknya, bed occupancy rate (BOR) di Kota Bandung hingga Jumat, 2 Juli 2021 berada di angka 90,93 persen, “Terang dia. 

Namun demikian, jumlah tersebut setengahnya diisi oleh pasien Covid-19 dari luar Kota Bandung.

“Saat ini pelayanan Covid-19 memang sedang meningkat. Itu terkait juga dengan tingginya keterisian tempat tidur perawatan di 29 RS rujukan Covid-19 di Kota Bandung,” ungkapnya.

Yorisa mengungkapkan, pelayanan IGD khusus Covid-19 di RSUD Ujungberung akan segera dibuka kembali apabila kondisi pasien sudah menurun dan SDM tenaga kesehatan kembali bertambah.

“Bila situasi berangsur mereda pelayanan akan normal kembali,” Ujarnya.

Yorisa juga mengatakan, untuk pelayanan lain yang non-Covid-19 tetap buka seperti biasa. Terlebih menyangkut kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan medis secepatnya.

“Karena yang hectic-nya adalah pelayanan Covid-19. Seperti ruangan, kebutuhan ventilator dan lain-lain. Non-covid tetap harus terlayani. Apalagi gawat darurat,” ungkapnya.

Di tengah suasana pandemi ini, Yorisa mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan teknologi informasi guna mengakses pelayanan secara daring.

Pasien bisa mengakses pelayanan online di setiap faskes baik puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan edukasi pelayanan kesehatan,” katanya. [*D2]

Komentar Via Facebook :