Pasca Audiensi Terkait Statement Bupati, Ketum AIPBR Minta DPRD Bogor Beri Keputusan Pasti

Pasca Audiensi Terkait Statement Bupati, Ketum AIPBR Minta DPRD Bogor Beri Keputusan Pasti

CYBR88|Bogor -- Pernyataan Bupati Bogor, Ade Yasin yang mengaku pusing dengan wartawan gadungan yang sering kali melakukan pemerasan sehingga menyebut wartawan “Bodrex” berbuntut panjang.

Pernyataan tersebut, ternyata menyulut amarah dari ratusan wartawan yang ada di wilayah Bogor raya. Sebelumnya, pada hari senin 21 Juni 2021, ratusan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Insan Pers Bogor Raya (AIPBR) melakukan aksi unjuk rasa (Unras) di depan kantor Pemkab Bogor. Aksi tersebut berujung rusuh karena terjadi bentrokan antara para demnstran dengan satuan polisi pamong praja Satpol PP.

Tak cukup disitu, untuk meredam gejolak massa yang marah dengan adanya statement Bupati yang dinilai merendahkan profesi wartawan, untuk menyalurkan aspirasi wartawan AIPBR pun mengajukan Audiensi dengan DPRD Kabupaten Bogor. Hal ini dilakukan lantaran adanya larangan untuk melakukan kerumunan. Apalagi saat ini pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM Darurat.

Sejumlah perwakilan wartawan melalui AIPRB pun, Rabu 7 Juli 2021 diterima langsung oleh Ketua DPRD beserta jajaran dan seluruh fraksi Minus Partai P3, di Gedung DPRD kabupaten Bogor, jalan Tegar Beriman Cibinong kabupaten Bogor Jawa Barat. Digedung itu, Audiensi secara zoom metting digelar.

AIPBR juga akhirnya buka suara dan mempertanyakan keberadaan sayap partai P3 dari Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Yang berada di dalam lingkungan setda sebagai keamanan aset Pemkab.

Pasca Audiensi dengan DPRD, Livaber Owatta Simanjuntak yang akrab disapa ALiv selaku ketua umum AIPBRB mengucapkan terimakasih kepada ketua DPRD kabupaten Bogor beserta jajaran nya dan seluruh fraksi yang telah memfasilitasi pertemuan dengan pengurus Aliansi Insan Pers Bogor Raya, meski tak dihadiri praksi P3 yang merupakan pengusung Bupati Bogor dalam Pilkada lalu.

Baca Juga : Dengarkan Aspirasi Wartawan, DPRD Kab. Bogor Terima Audiensi AIPBR

Aliv menyebut, pihaknya juga mengucapkan terimakasih  kepada dewan pertimbangan Partai Nasdem kabupaten Bogor, Andri yang telah mendorong dan mengarahkan AIPBRB untuk melangkah dan mengadukan nasib persoalan ini ke gedung DPRD. Pasalnya, menurut Andri, Audiensi adalah langkah yang tepat dibanding kita aksi damai untuk kedua kalinya,

Dalam keterangan tertulis yang diterima Cyber88.co.id, Sabtu (10/7) Alip membeberkan, "Inti pertemuan kami dengan ketua DPRD dan Seluruh fraksi minus Partai P3 yakni penyampaian apa yang menjadi aspirasi teman- teman Jurnalis terkait statment Ade Yasin yang telah melecehkan profesi kami sebagai  wartawan dengan menyebut wartawan “Bodrex”

Kata dia, setelah mengetahui pernyataan Bupati Bogor, dirinya melakukan komunikasi dengan sejumlah wartawan asli. Alhasil, semuanya menilai, pernyataan Ade Yasin sangat menyakitkan sekali dan telah memecah-belah persatuan dan kesatuan awak media.

Menurut Aliv, Ade Yasin tidak menjungjung tinggi nilai-nilai pancasila yang tertera dalam butir ketiga "PERSATUAN INDONESIA". Artinya, sambung Alip, Sebagai Pemimpin orang nomor satu di bumi tegar beriman Kabupaten Bogor kurang memahami makna pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa indonesia ditingkatnya masing-masing.

Nah, hal inilah yang akan kami kaji secara hukum dan akan kami adukan kepada Presiden sebagai pimpinan exekutif  tertinggi di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, “Beber Aliv.

Baca Juga : Unjuk Rasa Damai Sejumlah Wartawan di Bogor Berujung Bentrok

Selanjutnya, kami meminta kepada aparat kepolisian Polres bogor agar bisa mengusut tuntas korban propokator dan pengeroyokan saat Aksi unjuk Rasa Rabu 7 Juli 2021 lalu yang menimpa Sabar Marpauang teman kami dari salah satu media"Surat Kabar Pidana Korupsi ( SKPK ), "Ucapnya

"Kemudian, kami juga mempertanyakan tentang keberadaan sayap partai P3 dari Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Yang berada di dalam lingkungan setda sebagai keamanan aset pemkab (Aset Negara)

"Pertanyaan dari saya,"Apakah pemkab bogor sudah tidak percaya lagi dengan aparat kepolisian yang sudah berjaga dilapangan maupun satpol PP sebagai penegak Perda dilokasi?

Lantas, siapa yang menyuruh mereka menjadi centeng di sana?

Apalagi, disana ada pula yang memakai kostum berwarna hitam ala bodyguard dan Mifel (Terlapor) yang telah memprovokasi awal peristiwa terjadinya pengeroyokan dan penganiayaan kawan kami, “Cetusnya.

Atas undangan siapa keberadaan mereka disana..?

Tolong Kepolisian Resort Bogor bisa mengembangkan proeses hukum yang sudah dilaporkan Korban (No Pol: LP/ B/988/V I/2021/JBR/RES BOGOR ), “Kata dia.

ALiv menambahkan, "kami berharap kepada wakil rakyat DPRD Kabupaten Bogor untuk mengusut tuntas kejadian ini dan juga berharap wakil rakyat bisa membentuk PANSUS dan menggunakan HAK ANGKET sebagai alat kelengkapanya.

“Agar persoalan ini tidak bias dan tidak berlarut-larut sehingga apa yang menjadi pertemuan tadi betul-betul menjadi komunikasi yang bisa ditindaklanjuti dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

“Kami menuggu kinerja DPRD berpihak kepada Kebenaran dan bukan pada kekuasaan, “tegasnya.

Terakhir, kami dari AIPBR sekali lagi mengucapkan banyak terimakasih  kepada ketua DPRD beserta jajaran Kabupaten Bogor dan seluruh fraksi minus Partai P3. Semoga apa yang menjadi harapan kami bisa di selesaikan sampai ditingkat kabupaten bogor dan tidak ketingkat yang lebih jauh.

“Namun apabila hal ini tidak tuntas di wilayah kabupaten Bogor, maka persoalan ini akan kami naikkan ke tingkat yang lebih jauh. Artinya, aspirasi wartawan masih kami titipkan kepada Wakil Rakyat DPRD Kabupaten bogor yang terhormat, “tutup Aliv, Ketum AIPBR. [*ur]

Komentar Via Facebook :