Lembu Tewas Terperosok Akibat Galian Kabel FO di Labura

Lembu Tewas Terperosok Akibat Galian Kabel FO di Labura

CYBER88 | Labura - Warga masyarakat Dusun Kampung 50 Desa Tanjung pasir Kecamatan Kualah Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara, Hayanu (29) akan melaporkan rekanan PT Telkom Indonesia yakni PT Nasri Sejahtera Utama (NSU). Rabu, (14/07/21).

Selaku kuasa khusus Andi Pratama yang ditunjuk sebagai pelaksanaan pekerjaan proyek penggalian dan penanaman Fiber Optic (FO) sepanjang 8 km di Desa Tanjung Pasir, dituding telah mengabaikan dan melanggar peraturan pelaksanaan proyek.

Mulai dari plank proyek, rambu-rambu peringatan berhati-hati hingga tali Police Line pengaman galian yang tidak mereka buat.

Akibat kecerobohan pelaksanaan kerja tersebut mengakibatkan keresahan pada warga pengguna jalan yang melintas berlalu lalang dan berdampak pada kerugian masyarakat hingga mengakibatkan matinya ternak lembu bunting jenis Onggo milik Hayanu Senin (5/7) lalu karena terperosok  kedalam lobang galian Telkom tanpa pengaman.

Kerugian warga akibat matinya ternak lembu bunting milik mereka itu diperkirakan sesuai dengan harga pangsa pasar lebih kurang Rp. 15.000.000. Hingga hari ini Rabu (14/7) pihak rekanan yg berjanji akan mengganti rugi matinya ternak tersebut belum juga terealisasi.

Hayanu menjelaskan, "saya kecewa dengan rekanan PT Telkom yang belum juga merealisasikan janjinya yang ingin mengganti ternak kami yang sudah mati akibat masuk kedalam galian pekerjaan mereka yang dibuat tanpa pengaman di area pekerjaan yang mereka lakukan, padahal lokasi kerja ini di seputaran perkampungan yang banyak anak anak dan ramai penduduk yang berlalu lalang, bahkan setiap pagi dan sore ternak-ternak masyarakat menyeberang pasar untuk diangon ke Perkebunan PTPN III Kebun Labuhan Haji. 

Seharusnya pengawas lapangan mengantisipasi untuk memasang rambu rambu dan tali pengaman sebagai pemberitahuan kalau disitu ada galian kabel optik. Padahal sebelum kejadian, Sabtu (3/7) saya secara langsung sudah mengingatkan kepada pekerja agar segera memasang tanda rambu rambu sebab disini banyak anak anak dan ternak  mereka jawab, kami cuma sebatas pekerja begitupun akan kami sampaikan sama mandor ,namun tak juga mereka pasang.
Akibat kecerobohan  mereka ini jadi masyarakat yang dirugikan, lembu Onggo  kami mati jadi korban. 

Kami pihak keluarga yang telah dirugikan akan menuntut pihak Telkom Indonesia dengan membuat laporan pengaduannya kepada Manager PT TELKOM INDONESIA secara langsung.

Sebab hingga hari ini tidak ada niat baik rekanan CV NSU untuk berdamai dengan kami yg telah di rugikan mereka dan kami mintakan kepada Manager PT TELKOM agar jangan bermitra lagi dengan rekanan seperti ini yang begitu mengabaikan ketentuan kesepakatan kerja, mitra seperti ini akan  mencoreng nama baik TELKOM INDONESIA," jelas Hayanu kepada Sergap Selasa (13/7) di kediamannya dan beberapa rekan wartawan lainnya  penuh rasa kecewa. 

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada pengawas kepercayaan PT NSU Hendro via WhatsApp, mengatakan, saya masih di Dolok, dan infonya nanti pihak perusahaan kami akan menjumpai warga yg menjadi korban ternaknya.

"Sebelumnya juga sudah ada niat baik perusahan menemui mereka tapi belum ada titik temunya sabar ya bang mungkin hari Selasa," ucapnya.

Saat ditanya perihal kenapa tidak dipasangi rambu-rambu pengaman, tidak ada komentar balasan.

Komentar Via Facebook :