Air Baku Limbah Pabrik PT. Asia Sawit Makmur Jaya Diduga Cemari Sungai Bawang
CYBER88 | Kuansing - Keberadaan air baku limbah Pabrik PT. Asia Sawit Makmur Jaya (ASMJ) di Desa Jake Kuansing Riau diduga telah mencemari air sungai Bawang. Kamis, (19/08/21).
Pantauan CYBER88 di lapangan pada Rabu (18/8/2021) terlihat warna air sungai bawang berwarna kehitaman, bahkan menyebabkan ikan mati. Terkait hal itu, ketentuan mutu air baku telah diatur melalui Kepmen LH nomor 51 tahun 1995. Pertanyaan nya? Apakah sudah sesuai dengan Kepmen LH tersebut.

Manager operasional PT. ASMJ Lagtogen Tarigan kepada CYBER88 saat di konfirmasi di kantornya mengatakan, secara teknis keberadaan kolom limbah sudah sesuai petunjuk teknis.
"Namun tingginya curah hujan beberapa hari terakhir, di mungkinkan ada limpahan air di kolom hisap limbah yang meluber," jelas Legton.
Terkait hal tersebut, Legton berjanji akan segera mengatasi permasalahan itu.
"Iya, kita akan segera melakukan perbaikan jaringan aliran limbah tersebut. Jika kemampuan mesin hisap masih kurang, maka segera akan kita lakukan penambahan mesin hisap," katanya.
Di tempat yang sama, Kepala dinas Lingkungan Hidup, Rustam saat berada dilokasi pabrik di mintai tanggapannya mengatakan kualitas air beku masih diambang batas.
"Dinas Lingkungan Hidup Kuansing telah melakukan pengawasan secara berkala minimal dua kali setahun, dan hasil pantauan kita sebelumnya, kualitas air baku masih berada dalam ambang batas," jelasnya.
Di tempat yang sama, Darwis salah seorang Anggota DPRD Kuansing dari partai Hanura, sekaligus sekretaris komisi II DPRD Kuansing, mengatakan akan mengevaluasi hasil air sungai Bawang.
"Untuk saat ini belum bisa di simpulkan apakah pencemaran lingkungan apa tidak, karena untuk menentukan itu, harus di lakukan uji laboratorium terlebih dahulu.
Adanya kelalaian dari pihak perusahaan dalam mengolah Lindi, atau limbah dari janjangan kosong sawit dan cangkang sawit, yang menumpuk di samping kolom sedimen, sehingga kita menduga ada sedimen dalam kolam limbah, yang membuat pendangkalan kolom penampungan, dari sini dugaan limbah meluap.
Hari ini kita sama-sama melakukan inspeksi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengetahui penyebab sebenarnya, hasil inspeksi ini akan saya sampaikan ke Ketua DPRD, sambil menunggu arahan selanjutnya," terang Darwis.
NG mewakili warga, saat diminta tanggapan masyarakat sekitar menjelaskan, "kami merasakan imbas dari keberadaan pabrik selama ini. Kondisi air sungai sejak berdirinya pabrik tersebut sudah banyak perubahan, di duga ada pengaruh aktifitas pabrik sekitar.
"Itulah, aliran sungai bawang ini rentan dengan pengaruh aktifitas produksi pabrik, terutama kualitas air nya. Terkadang warna air berubah menjadi kehitaman. Sayapun tak habis pikir kenapa pihak perusahaan tak mengatasi hal itu. Soalnya, sudah sering terjadi," papar NG.
Pantauan CYBER88 Rabu (18/8/2021) di lokasi pabrik, terlihat sirkulasi saluran limbah PT. ASMJ itu masih ada yang mengarah ke sungai Bawang yang berada di samping pabrik.
Sebelum air limbah masuk ke kolom limbah, dari dalam pabrik ada saluran terbuat dari beton yang mengarah ke satu bak penampungan yang di hisap pompa untuk didorong ke kolom limbah.


Komentar Via Facebook :