Kebun Sawit Pemda Kuansing yang Berada di Kawasan Hutan Lindung Menjadi Rebutan
CYBER88 | Kuansing - Aset Kebun sawit Pemda Kuantan Singingi menjadi rebutan. Ditengah melambung tingginya harga buah sawit saat ini, Kebun sawit milik Pemda Kuansing bagaikan "BARANG PANAS".
"Namun yang ditanam sawit diperkirakan hanya sekitar 350 hektar, dan sawit yang produktif diperkirakan hanya tinggal 140 hektar saja.
Memang diketahui lahan Kebun sawit Pemda Kuansing itu berada di kawasan hutan lindung Bukit Betabuh.
Hal itu sesuai dengan keterangan ketua Pemuda dan juga Ketua Bumdes Desa Sungkai Kecamatan Pucuk Rantau Jalinus saat bertemu CYBER88 pada Sabtu (28/8/2021) sore di areal kebun sawit Pemda.

" Iya, dulu, saat pertama kali sekitar tahun 2004 lahan itu ada lebih kurang 500 hektar pada awal mulanya. Seiring berjalan waktu, pantauan di lapangan beberapa tahun belakangan menjadi incaran oknum - oknum tertentu, karena merasa lahan itu tak bertuan lagi.
Namun Saat ini, oknum masyarakat itu mulai sadar, tak lagi melakukan upaya perebutan lahan. Bahkan dulu, buah - sawit itu pun sempat di perebutkan oleh orang - orang tak bertanggung jawab," ungkap jalinus yg biasa disapa dengan panggilan Alun.
Alun menambahkan bahwa sejak dua tahun terakhir sekitar bulan Desember 2019, lahir inisiatifnya untuk merawat kebun sawit tersebut.
"Bermula dari rasa prihatin melihat Kebun sawit yang mulai terlantar, tak dirawat, dan menjadi rebutan banyak oknum, maka berusahalah saya mencari solusi nya.salah satu usaha adalah dengan mengadakan musyawarah Desa bersama Ninik mamak di desa Sungkai, Saya dan kawan - kawan setelah berkonsultasi dengan banyak pihak, mengambil langkah untuk merawat Kebun itu. Tahap awal biaya untuk perawatan Kami keluarkan dari kantong pribadi, terutama untuk biaya penebasan dan pembersihan.
Setelah itu, berangsur - angsur di panen dan buahnya di jual ke tengkulak buah didaerah sini. Hasil penjualan buah sawit tersebut, mulai dibelikan ke pupuk dan digunakan sebagian untuk upah pekerja.
Iya, saat ini Alhamdulillah sudah kita panen kurang lebih dapat hasil 50 ton sebulan, jumlah itu masih jauh dari kondisi normal nya. Harus nya tidak segitu," terang Jalinus.
Di jelaskannya, saat ini ada lebih kurang 27 orang tenaga harian yang bekerja di kebun sawit itu. Sistim pengupahan nya sekali seminggu, tepat nya pada hari Kamis, karena di sini hari pasarnya hari Jumat.

" Iya, pekerja disini terima upah sekali seminggu, berkisar 500 ribu perorang setiap minggu," ujar Jalinus.
Dijelaskan nya, awal mula merawat kebun sawit Pemda itu, banyak menemukan kendala dan tantangan. Karena sebelum nya, di kebun Pemda itu ada kelompok masyarakat dari luar yang merasa terusik dengan kehadiran Saya dan kawan - kawan dari desa Sungkai.
Bahkan, pernah mau diancam dan di kepung oleh oknum masyarakat yang merasa terusik dalam kebun sawit Pemda itu. Terakhir oknum masyarakat itu diberikan masukan persuasif untuk mundur, Alhamdulillah sekarang sudah aman," ungkap Jalinus atau biasa di panggil Alun.
Jalinus mengaku telah bertemu dengan beberapa orang pejabat Kuansing, mulai dari Kepala Dinas Pertanian, Sekda, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) bahkan Bupati terdahulu pun sudah ditemui nya untuk menanyakan status lahan Kebun Sawit Pemda itu. Bahkan Wakil Bupati Kuansing sekarang yaitu Suhardiman Amby bersama Kepala Dinas Pertanian Emmerson baru - baru ini telah berkunjung kesini," kata Jalinus.
Wabup Kuansing berjanji akan segera berupaya mencari solusi terbaik untuk kebun sawit Pemda ini. Bahkan Wabup juga akan berupaya mencari sumber - sumber dana untuk perawatan dan penjagaan kebun itu. Terutama, agar lahan kebun sawit Pemda itu tidak di serobot lagi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
" Ya, saat Wakil Bupati Suhardiman Amby kesini, tak ada dia melarang, upaya kami dalam merawat dan menjaga kebun sawit ini.
Saya di berikan penjelasan tentang hal - hal yang menjadi kendala dalam pengelolaan kebun sawit Pemda itu. Disampaikan, sampai sekarang status lahan kebun sawit Pemda itu masih berstatus kawasan hutan lindung Bukit Betabuh, malahan Desa Sungkai sendiri juga masih termasuk dalam hutan kawasan, itulah kendala berat nya sekarang," ucap Jalinus.
Terkhir saat di tanya tentang adanya Personil TNI di sekitar lahan sawit Pemda itu. Jalinus menjawab "memang ada Personil TNI disini. Keberadaan TNI cerita nya dulu untuk penjagaan kebakaran hutan dan lahan di perbatasan.
Saya merasa keberadaan personil TNI disini cukup membantu dalam hal penjagaan dari ulah oknum yang menyerobot lahan disini, semenjak ada tentara disini, tidak ada lagi oknum masyarakat yang mencoba menyerobot lahan Pemda ini.
Harapan saya selaku masyarakat desa Sungkai, saya sangat berharap semoga persoalan kebun Pemda ini cepat selesai, dan informasi yang saya berikan dapat menjadi bahan bagi pengambil kebijakan untuk mendapatkan solusi pengelolaan kebun Sawit Pemda Kuansing ini.
Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, mohon datang ke Kuansing, Berikan Solusi atas Lahan didesa Perhentian Sungkai Kebun yang terletak di wilayah perbatasan kabupaten Kuansing dan Kabupaten Dharmasraya itu memiliki luas lahan sekitar 500 hektar," ujarnya.


Komentar Via Facebook :