Rutilahu yang Beres Dibangun, Menuai Pro dan Kontra

Rutilahu yang Beres Dibangun, Menuai Pro dan Kontra

CYBER88 | Sumedang -- Warga Dusun Patenggeng RT 003/009 dan Ormas Pemuda Pancasila (PP) merasa kecewa terhadap Pemerintah Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari terkait kegiatan Rutilahu, Selasa (12/9/2021).

Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang pembangunannya digarap oleh PP menuai pro dan kontra di lingkungan warga setempat.

Ry (45) Panitia pembangunan menjelaskan, Seharusnya menjadikan bahan evaluasi untuk Pemerintah Desa Sukasari, mengakibatkan saling cemburu dan fitnah terhadap sesama warga sekitar yang mengakibatkan omongan dan celotehan di arahkan kepada pihak Kades Sukasari.

"Ada pula yang mengatakan ini pembangunan jelas dari bantuan pemerintah dan sebagian pula warga berpendapat ini murni dari Pemuda Pancasila," terangnya.

Namun yang mengatasnamakan panitia pembangunan dari pihak ormas Pemuda Pancasila membenarkan ini benar-benar hasil dari perjuangan kami dengan rekan-rekan dan donatur yang telah kami rangkul.
 
"Jujur kami tidak ada respon dan dukungan atapun bantuan dari Pemdes Sukasari sekalipun moril atau materi, menurut pengakuan pihak panitia pembangunan Rutilahu," jelas Ry.

"Dan tidak sepeserpun dari pihak pemerintah desa untuk membantu kepada pembangunan tersebut sekalipun pembangunan sudah beres dan telah dihuni oleh Uju dan tidak adanya kontribusi dan bantuannya kepada pembangunan rutilahu yang di bangun oleh PP sukasari," tuturnya.

Ry menambahkan, sehingga para panitia dan warga merasa kecewa kepada Kades Sukasari, masyarakat yang telah mengorbankan waktu luang sekalipun harta untuk membantu seseorang yang tidak mampu di lingkungan tersebut, hingga saat ini Kades tidak mau untuk merespon dengan baik sekalipun rumah tersebut sudah rampung dan huni.

Panitia dan warga menjelaskan kepada awak media cyber88.co.id, setelah pembangunan itu rampung dikerjakan, seharusnya apa yang dijanjikan dan diamanatkan oleh undang-undang, rakyat yang kehidupannya serba kekurangan itu wajib dibantu dan mendapatkan keadilan.

Ry berharap, semoga kegiatan ini menjadikan pelajaran dan berometer untuk Pemdes dimanapun, jangan sampai pihak warga menjadikan krisis kepercayaan terhadap pemerintah desa dimanapun masalah ini tidak bisa di biarkan.

"Maka kami atas nama warga dan Ormas PP mohon dengan sangat, agar pihak yang paling tinggi kewenangannya bisa memberikan edukasi dan pemahaman yang lebih meluas terhadap kepala-kepala desa yang lainnya, jangan sampai terjadi lagi," pungkasnya. [Wawan]

Komentar Via Facebook :