Enam Bulan Bersembunyi, Pelaku Pembunuhan Seorang Wanita di Sumedang Ditangkap Polisi

Enam Bulan Bersembunyi, Pelaku Pembunuhan Seorang Wanita di Sumedang Ditangkap Polisi

CYBER88 | Sumedang -- Setelah menjadi buronan polisi selama hampir Enam Bulan, akhirnya pelaku pembunuhan terhadap seorang wanita yang mayatnya ditemukan di kamar kontrakan korban sendiri, yang berada di wilayah Kabupaten Sumedang, akhirnya bisa ditangkap polisi.

Pelaku bernama Asep Johan yang tak lain masih merupakan keponakan korban tersebut, melakukan pembunuhannya itu dengan cara memukulkan alu (alat penumbuk padi) ke arah wajah korban. 

Atas kerja keras dan kordinasi yang terjalin sangat baik sesama anggota polisi yang ada dibawah institusi polri Polda Jabar, akhirnya pelaku dapat ditangkap dipasar Kiaracondong Bandung.

Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Aula Tri Brata Polres Sumedang, AKBP. Eko Prastyo Robbyanto, Senin (13/09) menjelaskan,

Jajaran kepolisian telah berhasil menangkap pelaku pembuhuhan terhadap seorang wanita di Wilkum Polres Sumedang,  yang kasusnya terjadi pada bulan Januari lalu.

“Pelaku yang bernama Asep Johan masih  merupakan keponakan dari korban, dan saat ini kondisi kejiwaanya sedang kami dalami, apakah ada gangguan dengan kejiwaannya apakah tidak ada," ungkap Kapolres.

Hasil dari pengakuan pelaku sendiri, yang menjadi motif terjadinya pembunuhan tersebut, dilatar belakangi ketersinggungan hati pelaku atas ucapan yang dilontarkan korban.

"Sebelum peristiwa pembuhuhan terjadi, saat itu pelaku meminjam uang lima ratus ribu kepada korban, namun korban sendiri tidak bisa memenuhi permintaan pelaku, yang ada korban malah memarahi pelaku dengan kata-kata yang membuat pelaku tersinggung, hingga  emosi dan tega melukai korban hingga meninggal dunia," terang Kapolres.

"Setelah melakukan perbuatannya itu, dan tahu korban meninggal, pelaku pergi ke Bandung lalu ke Lampung, kemudian ke Jawa Timur hingga enam bulan lamanya, kemudian kembali lagi ke Bandung.

"Atas perbuatannya itu, pelaku di jerat Pasal 338 KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun," pungkas Eko. [Kiki]

Komentar Via Facebook :