Ada Aroma Korupsi di Pekerjaan Penanganan Longsor Jalan Nasional, PT WRK Diduga Abaikan Spek
Kontraktor Pelaksana H.Akbar
CYBER88 | Sulawesi Tengah - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Dirjen Bina Marga telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan longsoran di jalan Nasional Wilayah II Sulawesi Tengah, Ruas Tinombo-Molosipat Kabupaten Parigi Moutong, dengan nilai kontrak Rp.14,215.055.000 di kerjakan oleh PT. Widya Rahmat Karya (WRK). Sabtu, (09/10/11).
Pekerjaan berupa penanganan longsor di ruas Tinombo -Mepanga-Molisipat tersebut berada di bawah kendali Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)2.1 Reza Maulana.ST Kepala Satuan Kerja (Ka Satker) Agustinus Junianto.ST, Kepala Satker Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah Muhamad Syukur. ST. MM
Proyek tersebut berkontrak sejak tanggal 28 Desember 2020 dan akan berakhir pada 28 September 2021 dengan limit waktu pekerjaan selama 270 hari kalender, dengan item pekerjaan berupa pembagunan 3 buah box Culvert, pasangan batu kosong dan pemasangan balok kubus beton di 3 titik.
Berdasarkan limit waktu yang ada dalam kontrak 270 hari kalender (termuat dalam papan proyek), semestinya pekerjaan tersebut telah selesai ahir bulan september 2021, namun fakta di lapangan para pekerja masih terus bergelut dengan sejumlah pekerjaan yang di perkirakan baru mencapai 75 persen.
Berdasarkan hasil investigasi media CYBER88 sejak tanggal 27/9/21, 4/10/21 dan 7/10/21 di lokasi pekerjaan pemasangan balok kubus beton yang berada di Desa Tingkulang Kecamatan Tomini Kabupaten Parigi Moutong.
Pihak PT. WRK sebagai kontraktor pelaksana diduga telah mengabaikan spek yang terlampir dalam kontrak kerja, yang semestinya di jadikan dasar atau acuan para pekerja untuk melakukan pekerjaan.
Pantauan media ini, diduga kuat para pekerja tidak memasang Geotextile pada dudukan dasar balok kubus beton dan juga pada lapisan dasar pekerjaan pasangan batu kosong, dugaan telah terjadi penyimpangan pada spek pekerjaan tersebut di perkuat dengan foto dan vidio pada saat melakukan investigasi di lokasi pekerjaan, yang mana tidak terlihat adanya pemasangan Geotextile pada lapisan dasar.
Kontraktor pelaksana H.Akbar ketika di konfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp pada 6/10/21, dengan di kirimkan bukti foto dan vidio pekerjaan yang di duga tidak menggunakan Geotextile pada lapisan dasar pasangan balok kubus beton, setelah membaca pesan konfirmasi, H. Akbar memilih langsung memblokir kontak wartawan media ini.
Sementara pelaksana lapangan PT.WRK Ibrar ketika di konfirmasi via pesan WhatsAPP pada 6/10/21, mengatakan, bahwa pekerjaan tersebut, ada perubahan kontrak, karena ada penambahan anggaran sebesar 10% dari nilai kontrak sebelumnya Rp.14,215.055.000, di tambahkan 10 persen (Rp.1,421.505.000) menjadi Rp.15,637.010.500, dan juga ada ketambahan waktu pelaksanaan selama 75 hari.
Ketika di tanyakan terkait dugaan pekerjaan tersebut menyimpang dari spek, dengan tidak melakukan pemasangan Geotextile pada dudukan dasar balok kubus beton dan juga pada lapisan dasar pekerjaan pasangan batu kosong, Ibrar terkesan irit bicara, hanya mengirimkan satu lembar foto pekerjaan yang ada lapisan Geotextile.
Pernyataan Ibrar terkait pemasangan Geotextile, di bantah oleh beberapa warga ketika di temui di lokasi pekerjaan pada 7/10/2021, yang mana menurut warga sekitar, memang benar pak di pasang lapisan yang berupa karpet (Geotextile) itu, tapi sebagian besar sobek-sobek di hantam ombak, karna ada sebagian yang sudah di pasang karpet (Geotextile) namun belum di atur balok kubus beton-nya itu sudah jelas terbawah arus air laut.
Sala satu warga yang juga berada di lokasi pekerjaan tersebut, yang meminta identitasnya di rahasiakan, berceloteh setelah mendengar bahwa pada bagian dasar pasangan balok kubus beton harus di pasang karpet (Geotextile) mengatakan, berarti kalau begitu, ada dugaan korupsi di pekerjaan ini, wah ini harus di usut tuntas, paling tidak dikerjakan sesuai spek.
Pihak BPJN melalui PPK 2.1 Reza Maulana.ST, ketika di konfirmasi via WhatsAPP pada 6/10/21, memilih irit berkomentar, ada perpanjangan waktu pak, Geotextile di pasang pak, silahkan di cek pak di lokasi ada dari konsultan, dan Geotextile di bawah batu pak.
Ketika di tanyakan apakah material batu yang di gunakan untuk pasangan batu kosong menggunakan batu kali atau bantu hasil bongkaran dari pegunungan, Reza Maulana hanya membaca pesan WhatsApp namun tidak membalas.


Komentar Via Facebook :