Kemana PRESISI Polri yang Mengayomi dan Melayani Masyarakat?! Jangan Buat Malu Instansi Polri

Tommy Freddy Manungkalit: Kanit Reskrim Polsek Tampan Iptu Aspikar Tak Profesional, Minta Kapolda Turun Tangan

Tommy Freddy Manungkalit: Kanit Reskrim Polsek Tampan Iptu Aspikar Tak Profesional, Minta Kapolda Turun Tangan

Iptu Aspikar, Kanit Reskrim Polsek Tampan (int/ist)

CYBER88 | Pekanbaru - Kuasa hukum Darmas Silaban, Tommy Freddy Manungkalit, S.Kom., SH yang juga pendiri Firma Hukum Simanungkalit Huang & Partner angkat bicara terkait statement Kanit Reskrim Polsek Tampan, IPTU Aspikar di salah satu media online yang mengatakan kliennya (Darmas Silaban) mengamuk di Water Park Dolphin & Jack jl HR Soebrantas Panam dengan membawa benda tajam dan mengancam keselamatan pekerja disana.

Baca juga : Merina Silalahi: Kami Sudah Miskin, Tertimpa Tangga Dianggap Kecoa Lagi

"Disini, klien saya (Darmas Silaban) dan keluarganya ditelantarkan oleh pemilik Waterpark Sutikno. sudah hampir 3 bulan upah dan haknya tidak dibayarkan, dan yang paling parahnya lagi, Darmas Silaban dan Keluarganya tinggal di gubuk tanpa dipedulikan Sutikno dan barang harta bendanya tidak bisa diambil dari dalam rumah yang merupakan mess. Paham tidak Kanit Reskrim Polsek Tampan itu," ucap Tommy dengan kesal. Rabu malam, (13/10/21)

Ini, Laporan kami beberapa waktu yang lalu sebelum Pemuda Batak Bersatu (PBB) turun kelokasi terkait pengambilan barang tidak di gubris oleh Polsek Tampan, Akan tetapi Laporan Sutikno langsung ditanggapi dan gubris. Ada apa ini dengan Kanit Reskrimnya. Kemana PRESISI Polri yang mengayomi dan melayani masyarakat. Sambung Tommy.

Baca juga : Tim Pengacara dan Ormas PBB Jemput Harta Benda Darmas yang Disandera Sutikno Pemilik Waterpark Dolphin & Jack

Dan juga perlu dipahami oleh Kanit Reskrim tersebut, jangan berstateman yang tidak kapasitasnya. Apa statement beliau sudah ada izin dari Kapolsek dan Kapolresta selaku atasannya. Bekerjalah sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta Profesional, jangan menambah suasana menjadi heboh dan berpihak ke yang punya duit.

" Apa coba kapasitasnya Kanit mengatakan di media, bahwa mungkin ada permasalahan dirinya dengan tempatnya bekerja, nanti akan kita mediasi kedua belah pihak agar mendapat kesepakatan yang baik untuk keduanya. Kemungkinan, uang sagu hati yang didapatinya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, hingga dia berani menyewa pengacara untuk mengadu ke Dinas Tenaga Kerja dan instansi lainnya,". Apa Kapolsek dan Kapolresta selaku atasan mengetahui dan mengizinkan statement dari Kanit tersebut ke media yang naikkan berita. Ucap Tommy

Ini, klien saya (Darmas Silaban) dan keluarganya ditelantarkan sudah hampir 3 bulan dan Hak nya didiamkan. Kok malah Kanit Reskrim yang seolah - olah menjadi mediator dan mendukung Sutikno. Tambah Tommy

Dan yang paling saya tidak terima, perlu diingat oleh Kanit Reskrim Polsek Tampan tersebut, bahwa Darmas Silaban tidak pernah membayar saya sepeserpun terkait kasusnya tersebut. Ini murni bentuk sosial dan rasa kemanusiaan.

" Perlu saya sampaikan kepada Kanit Reskrim Polsek Tampan ini, ingat bahwa saya selaku kuasa hukum Darmas Silaban ikhlas membantu dan murni bentuk sosial dan rasa kemanusiaan, jangan anda mengembangkan statement yang bukan kapasitas anda," tukas Tommy lagi.

Jadi, saya berharap kepada Kapolda Riau untuk turun tangan dan memanggil Kanit Reskrim Polsek Tampan untuk mempertanggungjawabkan apa maksud dan tujuannya berstateman diluar dari tupoksi nya sebagai anggota polisi.

" Saya meminta Kapolda Riau, panggil dan periksa Kanit Reskrim Polsek Tampan terebut, apa maksud dan tujuannya mengeluarkan statemen yang bukan tupoksinya dan menurut kami bisa diduga berpihak ke pemilik Waterpark,". Ucapnya

Indonesia ini Negara Hukum dan berkeadilan. kami sudah membawa ranah ini ke DPRD dan Disnaker agar pemilik Waterpark Panam mengakui kesalahannya yang telah menelantarkan Keluarga Darmas Silaban dan membayarkan HAK Darmas Silaban serta bertanggungjawab dengan mata sebelah kiri Darmas Silaban yang rusak saat masih bekerja di Waterpark milik Sutikno. Pungkas Tommy.

Sebelumnya, Iptu Aspikar mengeluarkan pernyataan pada salah satu media online tertanggal 12 Oktober 2021 dimana ia menyatakan "Pelaku mengamuk di water park dengan membawa benda tajam, masuk ke kawasan water park, pekerja juga diancamnya," kata Iptu Aspikar, Selasa (12/10) 

"Padahal dia sudah diberi uang sagu hati oleh pemilik tempatnya bekerja, disuruh istrahat dulu, kalau sudah sembuh, boleh bekerja lagi," jelas Aspikar lagi. 

Dua dari beberapa pernyataan yang dilontarkan Iptu Aspikar kepada media tersebut merupakan diluar tupokisnya sebagai Kanit Polsek Tampan.

Komentar Via Facebook :