Tim Pengacara dan Ormas PBB Jemput Harta Benda Darmas yang Disandera Sutikno Pemilik Waterpark Dolphin & Jack

Tim Pengacara dan Ormas PBB Jemput Harta Benda Darmas yang Disandera Sutikno Pemilik Waterpark Dolphin & Jack

Ormas PBB, Lawyer SHP dan Kru Media Didampingi Anggota Polsek Lakukan Pembukaan Rumah Yang Disegel Sutikno (ist)

CYBER88 | Pekanbaru - Setelah hampir memasuki 3 (tiga) bulan keluarga Darmas Silaban menunggu kepastian hukum untuk mengeluarkan harta dan barang pribadinya yang sengaja di sita dan ditahan  oleh Sutikno selaku pemilik rumah (mess karyawan) dan Water Park Dolphin & Jack, melalui aksi solidaritas yang dilakukan ormas PBB (Persatuan Bangsa Batak) se Pekanbaru dan perwakilan dari Forum LSM Riau Bersatu yang diwakili Waka Bosran Effendi Kotto dan beberapa wartawan dari pukul 12.13 WIB hingga pukul 19.00 WIB membuahkan hasil pada Senin, (11/10/21). Selasa, (13/10/21).

Dengan kerja keras tim kuasa hukum Simanungkalit Huang & Partner yang dihadiri oleh Tommy Freddy Manungkalit, S. Kom., SH, Germon Pardede, SH dan Bryan J Tino Simanungkalit, SH, akhirnya barang milik Darmas berhasil dikeluarkan dan dibantu oleh beberapa anggota ormas PBB yang dimulai dari pukul 19.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

Baca juga : Aksi Solidaritas Ormas PBB Kepada Darmas Silaban, Karyawan Yang Dizolimi Sutikno

Pembukaan pintu rumah yang di gembok dan di paku dengan plank kayu oleh pihak perusahaan, pengambilan barang dan harta dari dalam mes tersebut disaksikan oleh Kanit Polsek Tampan dan 2 anggota Polsek juga disaksikan sekuriti perusahaan.

Kuasa hukum Darmas, Germon Pardede mengungkapkan bahwa baru pertama kali ia menangani kasus seperti ini.

"Aneh, terbuat dari apa hati Sutikno ini menahan barang yang bukan miliknya?! Darmas Silaban itu masih tercatat sebagai karyawan nya, sekalipun Darmas sudah tidak digaji, namun surat pemutusan kontrak kerja tidak ada berarti dimata hukum, Darmas Silaban masih tercatat sebagai karyawan.

Malam ini kami dari kuasa hukumnya menemani serta mendampingi klien kami dibantu oleh rekan rekan dari ormas PBB untuk mengambil semua harta benda keluarga Darmas. Perilaku aneh tapi nyata Sutikno itu," ucapnya 

Sebelumnya kuasa hukum Bapak Darmas, Tommy FM,. SKom, SH sudah berusaha untuk menyampaikan hak hak yang harus di berikan oleh pihak perusahaan tempat kliennya bekerja, namun Sutikno tidak menanggapinya dan mengatakan bahwa perlakuan Sutikno kepada kliennya sangat memalukan.

"Tidak seharusnya dia berbuat begitu. Malu dia nanti karena ini sudah termasuk pelanggaran HAM. Saya tidak sekali ini menghadapi klien yang pongah, tapi dia (Sutikno) orang yang terlalu pongah. Apa susahnya berikan Darmas kompensasi hak dan biaya pengobatan?! Jika dia berfikir sebelumnya, tidak akan ada kejadian yang memalukan ini. 

"Ormas PBB datang dan berkunjung sebagai bentuk solidaritas yang sebelumnya pernah mereka lakukan dengan memberi terpal dan makanan, saya kira dengan kedatangan mereka, Sutikno malu, tapi nyatanya tidak. Urat malu dan hati nuraninya sudah jadi batu," ujar Tommy

Saya dan tim mendatangi Polsek Tampan untuk menyampaikan surat agar mendampingi tim saat pengambilan harta dan barang barang klien supaya ada bukti bahwa kami yang hadir hari ini tidak ada niat untuk bersikap anarkis.

"Jika dari awal Sutikno bersikap kooperatif, semua akan baik-baik saja," tandasnya seraya menahan geram.

Saat tim kuasa Hukum, ormas PBB dan anggota Polsek Tampan turun ke lokasi, dari jajaran pimpinan perusahaan areal tidak ada hadir serta menunjukkan tanda-tanda peduli dan niat baik untuk kejelasan terkait penderitaan akibat kecelakaan kerja yang dialami Darmas Silaban.

Komentar Via Facebook :