Aksi Solidaritas Ormas PBB Kepada Darmas Silaban, Karyawan Yang Dizolimi Sutikno

Aksi Solidaritas Ormas PBB Kepada Darmas Silaban, Karyawan Yang Dizolimi Sutikno

Ormas PBB, Tim Kuasa Hukum Simanungkalit Huang & Partner Dampingi Keluarga Darmas Silaban Dalam Mes Karyawan (ist)

CYBER88 | Pekanbaru - Aksi solidaritas yang dilakukan ormas PBB (Persatuan Bangsa Batak) yang didampingi perwakilan dari Forum LSM Riau Bersatu yang diwakili Waka Bosran Effendi Kotto, Sekretaris Umum Arif dan beberapa wartawan terhadap kasus yang dialami Darmas Silaban yang dicuekin Sutikno selaku owner Dolphin & Jack Water Park di jln HR Soebrantas Panam sekira pukul 12.13 WIB. Senin, (11/10/21).

Saat ormas PBB yang ditemani tim kuasa hukum Simanungkalit Huang & Partner dan korban Darmas Silaban hanya ingin menjemput barang milik Darmas yang masih ditahan di mes karyawan milik Sutikno, namun saat hendak masuk, mereka dihalangi seorang karyawan waterpark sehingga tim kuasa hukum berang dan menyuruh karyawan tersebut memanggil manajernya untuk bertanya perihal pelarangan tersebut.

Saat tim kuasa hukum, Darmas Silaban dan ormas PBB kelokasi mes karyawan, baik pihak manajer dan Sutikno tidak mau turun terkait aksi solidaritas tersebut sehingga ormas PBB dikawal oleh tim kuasa hukum Simanungkalit Huang & Partner langsung ke mes tempat keluarga Darmas Silaban bertahan untuk mendapatkan keadilan.

Matondang selaku ketua umum aksi solidaritas PBB terkejut saat memasuki areal mes karyawan yang lebih mirip kandang kecoa tempat tinggal keluarga Darmas Silaban selama 4bulan ini.

"Kami dari ormas PBB hanya ingin bersilaturahmi kepada saudara kami yang mengalami pendzoliman, karena sebelumnya kami sudah mendatangi keluarga ini namun kami masih berfikiran positif.

Namun kali ini benar-benar diluar nalar manusia. Mereka diperlakukan seperti binatang oleh Sutikno ini. Saya selaku pendiri ormas PBB dan yang berhati manusia, menuntut keadilan dan meminta izin water Park ini dicabut. Tidak ada namanya pekerja diperlakukan mirip binatang. Tinggal ditempat yang penuh sampah, pohon yang sengaja ditimpakan, bahkan untuk ganti kolor dan beha pun tidak bisa karena baju mereka ditahan si Sutikno," tukasnya marah

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Umum Forum LSM Riau Bersatu Arif angkat bicara.

Ia mengecam perilaku Sutikno yang tidak manusiawi dan meminta hal yang sama untuk keadilan kepada keluarga Darmas Silaban.

"Hal yg dilakukan oleh oknum pengusaha ini terhadap karyawannya tidak dapat di terima oleh akal sehat, kita berpendapat cara ini bukanlah cara manusiawi, ini sudah menjurus kepada pelanggaran HAM. Padahal kita tahu negara ini menjamin hak-hak itu bahkan dunia internasional pun menjamin nya.

Negara ini negara hukum di bangun berlandaskan UUD 1945 dan berazaskn Pancasila, ingat tidak ada boleh 1 orang pun warga negara kita ini memperlakukan atau melecehkan hak haknya sebagai warga negara apa lagi sebagai karyawan.

Jangan sampai ada perusahaan yang berdiri berbuat atau bertindak melebihi aturan-aturan UU yaitu dasar negara ini yaitu Pancasila  dengan dalih peraturan perusahaan, saya minta itu jangan sampai terjadi.

Apa lagi nantinya penyiksaan dan intimidasi itu sampai terlihat oleh publik, kita ini sedang di landa perasaan sensitif kita takut nantinya cara ini dinilai publik seperti cara yang pernah di lakukan pada masa masa penjajahan dulu hanya saja bedanya dulu dilakukan dengan cara penyiksaan fisik secara langsung dan terang terangan.

Saya minta pemerintah setempat dan penegak hukum harus segera hadir melihat kejadian ini secara langsung atau dapat hadir bagai mana permasalahan ini berjalan di lapangan, dilihat dulu sifat perbuatan kemanusiaannya sudah memenuhi atau tidak, seperti yg tertuang dari butir sila pada Pancasila Sila 1dan ke 2 yaitu Ketuhanan dan Kemanusiaan yang adil dan beradab, ingat itu dulu. 

Seharusnya pemerintah kota Pekanbaru dalam hal pemegang hak atas segala bentuk perizinan memberikan peluang cara cara atau terkesan tutup mata melihat oknum pengusaha di kota ini seperti ini mengamini perbuatan-perbuatan tidak manusiawi ini terjadi di areal areal kegiatan usaha berlangsung.

Ingat pemerintah kota ini dapat berdiri karena ada masyarakatnya kalau tidak tentunya tidak ada pemerintahan di kota ini jadi ya harus peduli dong kepada masyarakatnya.

Lihat aktivitasnya dan yg terpenting dari pemerintah kota kita melihatnya dari sisi kemanusiaannya dan sisi keadilannya jangan cuma melihat dari sisi jenis usahanya saja, lihat aspek keadilannya sudah berjalan dengan benarkah jika tidak sesuai kaji ulang perizinannya jika perlu cabut izinnya," tandas Arif kepada kru media.

Hingga berita ini naik, baik Sutikno dan manajer Dolphin & Jack Water Park tidak mau berkomentar.

Komentar Via Facebook :