Pegiat Hutan dan Lingkungan Minta Komisi Yudisial Periksa Para Hakim PN Rohil Terkait Gugatan Yayasan Menara

Tommy FM: Belum Memenuhi Syarat Legal Standing, PN Rohil Menangkan Gugatan Yayasan Menara

Tommy FM: Belum Memenuhi Syarat Legal Standing, PN Rohil Menangkan Gugatan Yayasan Menara

CYBER88 | Rohil - Sekian lama Yayasan Menata Nusa Raya (Menara) menunggu hasil gugatan di PN Rokan Hilir, akhirnya PN Rokan Hilir memutuskan untuk memenangkan gugatan Yayasan Menata Nusa Raya pasca memperjuangkan lingkungan hidup dilahan kawasan hutan wilayah Kabupaten Rokan Hilir pada Senin (12/4/2021) lalu. Sabtu, (09/10/21).

Namun saat ini, kemenangan dari gugatan Yayasan Menata Nusa Raya tersebut dipertanyakan karena Yayasan tersebut sudah mencabut tujuh (7) dari delapan (8) gugatan di Pengadilan Negeri Rokan Hilir di tahun 2021 ini.

Hasil pantauan awak media peroleh dari Sistem Informasi Penyelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Rokan Hilir tahun 2021, sebanyak delapan (8) Gugatan didaftarkan Yayasan Menata Nusa Raya yang dalam hal ini selaku Penggugat .

Dari delapan (8) Gugatan yang dilakukan, cuma satu (1) gugatan yang masih berjalan proses persidangan, sementara tujuh (7) gugatan dicabut setelah permohonan pencabutan perkara yang dilakukan yayasan menata Nusa Raya ke majelis hakim.

Adapun gugatannya meliputi Lahan Koperasi Rantau Bais Nusa Raya, Lahan AHOk, Lahan Winarto, Lahan Alex Kosasi, Lahan PT. Teluk Mega Abadi, Lahan PT. Subur Mandiri Lestari, Lahan Candra Alias Ahok, Lahan H.Syamsul yang dalam hal ini pemilik lahan dan kebun sebagai Tergugat.

Menyikapi terkait pencabutan gugatan yang dilakukan Yayasan Menata Nusa Raya langsung dikomentari Aktivis Lingkungan Tommy Freddy Manungkalit, S.Kom, SH kepada awak media menjelaskan Jangan asal gugat kalau gugatan selalu dicabut.

"Berarti ada modus dibalik gugatan tersebut, bahwa yayasan / LSM yang bergerak di bidang htan dan lingkungan hidup itu mengatasnamakan untuk kepentingan HUTAN dan NEGARA, tujuan penggunaan hak gugat bukanlah untuk kepentingan penggugat semata, namun
untuk kepentingan pelestarian fungsi lingkungan.

Dalam hal gugatan lingkungan yang di lakukan yayasan atau LSM tersebut dimohon agar pihak hakim harus memberikan penetapan Putusan Sela terhadap yayasan tersebut layak atau tidak melakukan gugatan legal standing sebelum masuk ke gugatan selanjutnya," tukas Tommy pada Jumat sore (08/10/21).

Sementara tanggapan datang dari Pengacara Senior Ir. Berto Sinaga, SH., MH., yang berkantor di Pekanbaru mengatakan "gelagat pihak yayasan dalam menggugat perlu dipertanyakan, jangan pakai modus operandi mendapatkan sesuatu (Keuntungan pribadi) lewat kolaborasi LSM, dan pihak terkait. 

Diharapkan kepada pelaku usaha atau pemilik kebun kedepannya jangan takut digugat pihak yayasan atau LSM, jalani dan hadapi proses persidangan sampai ada hasil putusan dari pengadilan yang jelas," pungkasnya.

Menerima informasi tersebut, Ka Seksi Gakum Prov. Riau Alpian angkat suara, "Baiknya buat reportase investigasi terkait dugaan modus mengatas namakan penyelamatan lingkungan," ucap Alpian.

Drs. Afrodian Lutoifi., SH., M.Hum (Kepala Sub Bagian Advokasi Hukum TUN dan Uji Materi) juga angkat suara terkait polemik yang dilakukan Yayasan Menata Nusa Raya.

"Yayasan tersebut belum layak untuk mengajukan gugatan Legal standing karena belum memenuhi unsur hak gugat organisasi lingkungan hidup yang diatur dalam pasal 92(3) UU PPLH 32/2009. Yang berbunyi "organisasi lingkungan hidup dapat mengajukan gugatan apabila memenuhi persyaratan :
1. Berbentuk badan hukum
2. Menegaskan di dalam anggaran dasarnya bahwa organisasi tersebut didirikan untuk kepentingan pelestarian fungsi hidup; dan
3. Telah melaksanakan kegiatan nyata sesuai dengan anggaran dasarnya paling singkat 2 (dua) tahun,
" ucapnya.

Namun saat awak media konfirmasi Pengacara Yayasan Menata Nusa Raya M.Nur Harahap SH melalui WhatsApp pribadinya pada Jum'at (8/10/2021) terkait adanya pencabutan 7 gugatan ke pengadilan negeri Rokan Hilir, sedikitpun tidak berikan komentarnya. 

Komentar Via Facebook :