Seorang Anak Broken Home Yang Tidak Putus Asa Demi Kebahagiaan Ibunya Sebagai TKW di Malaysia

Agus Tianto, Sosok Sekuriti Yang Harumkan Sambo Riau di Eksibisi PON XX Papua

Agus Tianto, Sosok Sekuriti Yang Harumkan Sambo Riau di Eksibisi PON XX Papua

Agus Tianto, Atlit Sambo Riau Meraih Dua Medali Emas di Ajang Eksibisi PON XX Papua 2021 (ist)

CYBER88 | Pekanbaru - Sambo, olahraga yang berasal dari negara Rusia bukan lagi olahraga hanya milik negara tersebut. Saat ini Sambo sudah menjalar ke negara Indonesia dan sudah menjadi olahraga favorit di beberapa daerah bahkan sampai ke Riau. Rabu, (13/10/21).

Salah satu atlet Sambo yang mengharumkan nama Riau melalu ajang Eksibisi PON XX Papua dan membawa 2 emas pulang ke Riau ialah Agus Tianto.

Agus Tianto merupakan anak dari pasangan ayah Toni Hardi dan ibu Leni yang lahir pada 27 Juli 1997 di Kerinci Jambi.

"Namun kedua orang tua saya sudah berpisah sejak saya masih kecil, saya tinggal bersama ibu saya. Untuk bertahan hidup sebelum saya menjadi seorang atlit Sambo Riau, saya pergi merantau dan akhirnya saya bekerja di sebuah perusahaan swasta PT Jaya Nika Permata (Vanhollan) sebagai sekuriti di gudang Vanhollan di Pekanbaru.

Ibu saya bekerja ke Malaysia sejak saya lulus SMA, sempat kerja sebagai tukang tambal ban di Kerinci Jambi, namun saya punya motivasi bahwa anak broken home tidak harus meratapi nasib, saya harus maju untuk diri saya dan dianggap layak sebagai manusia dihadapan teman teman dan keluarga, terkhusus buat ibu saya yang saat ini menjadi TKW di Malaysia.

Mencari jati diri bukanlah hal yang mudah, karena saya tidak lagi merasakan kasih sayang seorang ayah sejak usia 3 tahun, ibu saya bekerja serabutan hingga saya SMA.

Awal karir saya masuk menjadi atlit pada tahun 2017 dan waktu itu saya masih menjadi atlit wushu di Kerinci Jambi dan selama 2 tahun dan sudah mengikuti pertandingan daerah.

Setelah saya merantau ke Riau dan bekerja, dikarenakan sudah terbiasa latihan saya pun mencari info tempat/gym latihan di medsos dan saya mendapatkan info tempat latihan lalu saya mulai mengikuti latihan di sela sela waktu kerja saya sebagai sekuriti.

Pada bulan Oktober 2019, saya pertama kali memulai latihan di beladiri Sambo dan saat itu tempat latihan bertempat di Badnur Media jln Belimbing dan dilatih oleh coach Winneka.

Dengan seiring berjalan nya waktu saya bergiat dan bertekad berlatih untuk menjadi yang terbaik.

Pada bulan Februari 2020, saya pun terpilih untuk mewakili Riau di kejurnas Jakarta, namun di batal kan sebab pandemi Corona, tidak ada kata berputus asa dan tetap melakukan latihan di sela rutinitas kerja .

Pada bulan April 2021, kembali di pilih untuk mewakili Riau di kerjurnas Bandung, namun lagi dan lagi pandemi menghalangi langkah untuk berangkat kejurnas.

Pada bulan juli 2021, kembali di pilih untuk Kejurnas di Bandung, persiapan demi persiapan pun saya lakukan baik dari segi fisik, waktu, tenaga, bahkan saya sampai menjual barang berharga saya demi persiapan kejurnas tersebut.

Namun lagi dan lagi kejuaraan tersebut di batalkan dengan alasan yang sama yaitu pandemi .

Dan pada akhirnya di bulan September awal saya di pilih untuk mewakili Riau di Eksebisi PON XX Papua.

Persiapan pun mulai kami lakukan dalam kurun waktu 1 bulan, pada saat latihan  mengalami cidera pada lutut tapi saya lawan rasa sakit untuk tetap giat berlatih.

Pada tanggal 07 Oktober 2021 saya dan 2 teman atlit ,1 coach dan Ketua Umum Persambi Riau Bapak Ian Mahiyar berangkat menuju Papua.

Sesampainya kami di sana dalam keadaan selamat dan kami di pandang sebelah mata oleh atlit atlit lain tapi kami tidak ambil pusing karna tujuan kami untuk memberi yang terbaik untuk Sambo Riau .

Tiba di hari pertandingan, saya pertama berhadapan dengan atlit asal Kalbar dan alhamdulillah dapat memenangkan pertandingan  lalu pertandingan kedua berhadapan  dengan atlit tuan ruan rumah (Papua) dan syukur alhamdulillah kembali menang dan melaju ke babak final berhadapan dengan atlit asal DKI Jakarta yang telah di latih oleh pelatih pelatnas.

Awal nya ada rasa ragu dan minder,  yang notabene berhadapan dengan atlit berpengalaman bertanding asal ibu kota, namun tekat harus mengalahkan rasa ragu dan ingin membuat ibu dan seluruh orang yang telah berharap kepada saya menjadi bangga .

Dengan rasa penuh tekad saya memasuki arena pertandingan,kurang dari 3 menit alhamdulillah bisa menjatuhkan lawan hingga tidak bisa melanjutkan pertandingan (KO).

Di situ saya langsung sujud syukur ke pada allah dan coach wineka, pak ian mahiyar berpelukan menangis bahagia karna bisa memenangkan pertandingan .

Sampai saat ini Agus masih tercatat sebagai sekuriti di gudang Vanholland jl Arengka 1 dengan bergaji standar UMR Pekanbaru.
Motivasinya ikut Sambo karena untuk mengangkat dan membahagiakan kedua orang tua.
Di akhir wawancara di sela ia bekerja, Agus Tianto berdoa semoga ibunya di Malaysia mendengar hal ini dan bangga akan anaknya.

"Untuk ibu Agus yang sudah mendidik Agus seorang diri, Agus sudah buktikan bahwa tanpa sosok ayah Agus bisa buat ibu bangga. Emas ini agus persembahkan untuk ibu yang di Malaysia, semoga suatu saat ibu bisa kembali ke Indonesia dan Agus berjanji akan membahagiakan ibu," tutupnya haru.

Petrus Heatubun sebagai Chief Sekuriti di keseluruhan areal gudang Vanholland mengungkapkan Agus di beri support penuh oleh seluruh manajemen Vanholland namun tidak terbentur oleh pekerjaan.

"Untuk hasilnya saya merasa bangga, karena dengan kerja keras serta hasilnya kami tidak duga dia bisa sampai bisa seperti itu. Dan saya juga teman lainnya bangga dan semoga Agus bisa menjadi atlit Sambo internasional.

Dia masih muda, masih punya waktu panjang dan peluang, saya tidak melarang dia untuk beri yang terbagus lagi," tutup Petrus bangga.

Terkait penghargaan apa yang akan diberikan kepada Agus dari pihak manajemen, ia menyampaikan belum bisa memastikan karena Agus masih cuti namun kemungkinan akan ada penghargaan yang diberikan oleh manajemen atas prestasi Agus.

Komentar Via Facebook :