LS Akan Menindak Tegas Oknum Penipuan Berbasis Pinjol

LS Akan Menindak Tegas Oknum Penipuan Berbasis Pinjol

CYBER88 | Depok -- Maraknya Platform Pinjaman Online (Pinjol) berbasis aplikasi, dapat mempermudah masyarakat untuk meminjam melalui kecanggihan teknologi. Kendati demikian, hal tersebut banyak juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertangung jawab untuk menipu korbannya.

Seperti halnya yang dialami Chairatun Nisa, warga Sidakmukti, Depok, Jabar ini telah dirugikan oleh oknum Pinjol yang menjanjikan hadiah berupa HP.

Berawal dirinya yang tiba-tiba mendapat telpon dari orang yang mengaku dari aplikasi bernama Akulaku pada 1 Juni 2021 sekitar jam 6 sore.

Nisa Memaparkan, si penelepon tadi menyampaikan bahwa dari hasil tukar poin saya mendapat hadiah 1 buah hp merk Oppo Reno 6, dengan gaya bicara yang cepat intonasinya orang itu terus mengarahkan saya untuk klarifikasi data.

"Setelah selesai orang itu menjanjikan akan segera mengirim hp ke alamat saya, namun ditunggu-tunggu Hp itu sampai saat ini tidak dikirim juga, saya coba menghubungi ke orang itu di nomber +1(501)2610051 tapi nomor si penelepon sudah tidak aktif. Karena saya anggap hp hadiah itu tidak dikirim dan hanya iming-iming, maka tidak ada hubungan lagi dengan pihak Akulaku," ujarnya.

"Kemudian, Diluar dugaan setelah sekian bulan ternyata ada orang datang kerumah saya dan menagih saya harus membayar angsuran 544.OOO rupiah selama 6 bulan, pada surat tangihan itu saya harus bayar 3 bulan ditambah denda 10 ribu perminggu," jelasnya heran.

Lebih lanjut, masih kata Nisa, menjadi aneh bagi saya kok bisa tercatat sebagai pemijam uang secara online padahal saya tidak pernah mengajukan pijaman ke pihak Akulaku.

"Atas kejadian tersebut saya meminta bantuan ke pihak Bukalapak untuk dilacak siapa orang yang telah mengunakan akun saya, hasil dari penelusuran ada nama WARENI alamat Sumatera Barat dan ada no hp-nya namun sangat disesalkan berapa kali di hubungi tapi tidak diangkat," kesalnya.

Ditegaskan Nisa karena data pribadi dipakai orang yang tidak bertanggung jawab, maka pihak Akulaku harus menghentikan tagihan itu.

"Bila masih berjalan maka saya akan mengusut tuntas agar  permasalahan seperti ini, agar tidak terjadi lagi ke orang yang bisa jadi korban penipuan dan para pelaku nya harus ditindak dalam waktu dekat ini," tegasnya.

Nisa akan terus mengusut dan menindaklanjuti masalah ini dan melaporkan perkaranya ini kepada pihak DPP  Lembakum Siliwangi sebagai kuasa hukumnya.

Yogie Permadi selaku Paralegal DPP Lembakum Siliwangi menjelaskan, dari laporan Masyarakat khususnya Nisa, Saya dan Tim akan segera mengungkap tuntas kasus ini dengan secepatnya agar jelas membuat efek jera para oknum-oknum penipu yang meresahkan masyarakat luas.

Komentar Via Facebook :