Terkait Dugaan Terlibat Penyelewengan Keuangan Daerah Tahun 2013 Saat Menjabat Sebagai Kadis Perhubungan Natuna

Bupati Natuna Wan Siswandi Dilaporkan ke Kejati Kepri

Bupati Natuna Wan Siswandi Dilaporkan ke Kejati Kepri

CYBER88 | Tanjungpinang - Bupati Natuna Wan Siswandi saat ini telah dilaporkan oleh salah satu warga Natuna ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri. Senin, (18/10/21).

Wan Siswandi diduga terlibat penyelewengan keuangan daerah di Kabupaten Natuna pada tahun 2013 lalu.

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh pelapor kepada awak media ini pada Minggu (17/10) lalu.

"Kita menduga Bupati Natuna, saat menjabat sebagai Kadis Perhubungan Natuna telah melakukan penyelewengan keuangan yang merugikan negara,'' pungkasnya.

Laporan tersebut merujuk pada temuan dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK - RI atas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Natuna tahun 2013.

Adapun yang menjadi temuan dari BPK berada di kegiatan jasa angkutan laut pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna.

"Kita berharap agar laporan dapat segera ditindaklanjuti. Demi perubahan yang lebih baik di kabupaten Natuna," ucapnya.

Bupati Natuna diduga telah menyebabkan kerugian negara hingga mencapai 7,1 M lebih.

Beredar informasi, Wan Siswandi juga telah mengembalikan uang temuan BPK RI sebanyak 1 M. Artinya ia masih harus membayar 6,1 M lagi ke negara. Namun hal tersebut seharusnya bukan menjadi dasar proses penegakan hukum kepada Bupati Natuna tersebut terhenti.

Bila merujuk pada UU Nomor 1 Tahun 2004 pasal 64 ayat (1) sudah jelas, seharusnya Wan Siswandi harus diseret ke proses hukum.

Dimana dalam UU tersebut berbunyi "Bendahara, pegawai negeri bukan bendahara dan pejabat lain yang telah ditetapkan untuk mengganti kerugian negara/daerah dapat dikenakan sanksi administrasi dan/atau sanksi pidana".

Dilain sisi, saat awak media Cyber88.co.id mencoba mengkonfirmasikan laporan tersebut kepada Bupati Natuna, Wan Siswandi justru tidak memberikan respon dan memblock kontak WhatsApp wartawan. 

Komentar Via Facebook :