Diduga 50 Titik Semenisasi di Kelurahan Maharani Dimonopoli Mantan Lurah Zulkifli S Sos, Pemko Pekanbaru Ada Apa?!
Setelah Sujono, Kini Giliran Zulkfili S. Sos Ditangkap Terkait Kasus Penipuan
Salah Satu Jalan Yang Disemenisasi Pemko Pekanbaru Yang Diduga Tidak Tepat Sasaran (ist).
CYBER88 | Pekanbaru - Menambah daftar baru masuk dalam kategori ASN yang nakal dan rakus di kota Pekanbaru yang diduga tersandung hukum dengan pihak kepolisian Polresta Pekanbaru. Kamis, (28/10/21).
Informasi dari pemberitaan terdahulu mantan sang lurah nakal Zulkifli S Sos yang baru menjabat sebagai lurah Maharani kecamatan Rumbai Barat kota Pekanbaru diduga tersandung kasus Penipuan.
Sampai saat ini belum banyak informasi yang di dapat tentang penangkapan Zulkifli Ahad lalu terkait kasus penipuan yang ia lakukan. Dari keterangan yang berhasil dihimpun kru CYBER88 pada Rabu (27/10/21), tim menyambangi kantor lurah Maharani yang berada dijalan Jl. Tengku Bey, Maharatu, Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru.
Kru media ini disambut oleh Munawir S Sos sebagai Sekretaris Lurah yang sekarang menjabat Plt Lurah Maharani dan Sayudi S AP kepala seksi Pemerintahan.
Dalam keterangannya, seluruh pegawai maupun staf kelurahan Maharani tidak banyak mengetahui mengapa mantan pimpinan mereka harus berurusan hukum di Polresta Pekanbaru. "Intinya kita tidak dapat informasi tentang kasus yang menimpa beliau," ucap Munawir.
Hal yang sama juga disampaikan Sayudi, "kita kaget aja mendapatkan informasi terkait penangkapan beliau pak, kasus apa kita tidak tau menahu, yang jelas kita hanya dapat informasi dari pemberitaan yang ada di media," ucap Sayudi.
Disinggung mengenai berapa jumlah pengerjaan semenisasi tahun 2021 yang dikerjakan selama ini, Munawir dengan tegas memberikan keterangan resminya jujur kita tidak tau tentang berapa banyak semenisasi yang didapat kelurahan kita kemarin .
"Dari awal mantan lurah kami bekerja sendiri di laptop pribadinya, bahkan selembar berkas pun tidak pernah terlampirkan terkait berita acara pengerjaan semenisasi, silahkan di cek di arsip pendataan kita," tuturnya.
Hal yang serupa juga disampaikan Sayudi dalam bincang- bincangnya menuturkan sebenarnya sebagai kepala seksi Pemerintahan secara administrasi, ia harus mengetahui apa saja yang menyangkut dikantor ini.
"Jujur, semenjak mantan lurah kita menjabat disini terhitung mulai bulan Februari 2021 beliau menjabat sebagai lurah Maharani , beliau bekerja sendiri , tanpa ada kordinasi dengan saya .
Yah bisa dikatakan saya hanya sebagai penonton, namanya juga pimpinan kita saya tidak berani terlalu banyak bertanya kepada beliau, apa yang layak saya kerjakan selama ini saya kerjakan selebihnya terkait berapa banyak pengerjaan semenisasi saya tidak tau menahu .
Belakangan ini, setelah mantan lurah kita ketangkap ada beberapa orang yang datang kekantor kita, mereka mengaku kontraktor yang mengerjakan semenisasi tersebut, kalau saya tidak salah mereka yang datang ada yang dari Duri, ada yang dari Lampung, ada yang dari Jambi, yang jelas mereka mencari mantan lurah dan mau menagih hasil pekerjaan mereka.
Yah kita kasihan aja melihat kehadiran mereka pak, tapi kita bisa apa ? kita berikan saja informasi yang sebenarnya," tegas Sayudi .
Diwaktu berbeda, Suhardi ketua LPM kelurahan Maharani saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya oleh salah satu kru CYBER88 terkait pengerjaan semenisasi tahun 2021 dan berapa jumlah titik semenisasi, ia menegaskan, "benar saya ketua LPM di kelurahan Maharatu, kebetulan sebagai putra daerah disini dlsaya juga banyak mengetahui terkait pengerjaan semenisasi selama ini dan jumlahnya..Yah, jumlah titik semenisasi tahun 2021 sebanyak 50 titik dari penyampaian mantan lurah. Yang saya ketahui semenisasi yang didapat kelurahan Maharatu ada dari dana aspirasi dewan (DPRD) kalau yang lain saya tidak mengetahui nya," tegas Suhardi .
Mendengar keterangan yang didapatkan kru CYBER88 dari plt lurah Maharani dan kasipem, dimana selama segala kegiatan dikelurahan Maharani di monopoli Zulkifli sangat tidak masuk akal bahkan dari jumlah semenisasi yang didapat kelurahan Maharani selama tahun2021 juga sangat tidak masuk akal yang mana jumlahnya sampai 50 titik .
Sementara jika kita bandingkan dengan keluhan masyarakat lainnya yang berada di kelurahan lain banyak mengeluhkan jalan ditempat mereka yang rusak parah, bahkan Lurah - lurah se kota Pekanbaru bakal banyak yang kaget mendengar informasi kelurahan Maharani bisa mendapatkan semenisasi sampai 50 titik," tutupnya .


Komentar Via Facebook :