Kasus Perusakan dan Penganiayaan IYS Memasuki Babak Baru
Beri Keterangan Berbelit Belit, Hakim Tommy Manik Ingatkan Saksi Dibawah Sumpah
CYBER88 | Pekanbaru – Penetepan Tersangka Persidangan Pra Peradilan (Prapid) terkait kasus perusakan mobil dan penganiayaan kepada IYS anggota DPRD Kota Pekanbaru dan FN anaknya yang di ketuai Hakim Tommy Manik, SH., MH menghadirkan dua orang saksi di PN Pekanbaru Jl Teratai. Senin, (01/11/21).
Namun Hakim Tommy Manik, SH, MH di Prapid menegur 2 (dua) saksi yaitu Surya Darma dan Ratna, warga tempatan di Jalan Irkab samping Radja Koffie, Jalan Arifin Achmad memberikan keterangan yang berbelit belit.
”Saya sudah 20 tahun menyidangkan kasus seperti ini. Itu saja setiap hari. Jadi kalau ibu putar putar (memberikan keterangan, Red) nanti dapatnya itu itu juga. Ibu disumpah! Saya tak ingin orang terpeleset gara gara sumpahnya. Ketika dapat dibuktikan saksi berbohong ada jerat hukumnya, memberikan keterangan palsu,” cetus hakim Tommy Manik mengingatkan.
Pernyataan Tommy Manik ini setelah mendengarkan keterangan saksi Budi Darma yang awalnya mengaku melihat kejadian rentetan perkara pengrusakan dan penganiayaan itu. Juga keterangan Ratna, pemilih rumah yang dimasuki tersangka Rehan.
Ketika hakim bertanya apakah saksi Ratna mengatahui kedua kejadian yang dilaporkan IYS, anggota DPRD Pekanbaru, perempuan yang mengenakan jilbab ini menjawab tegas
”Saya melihat (tersangka, Red) masuk ke rumah saya dan langsung ke belakang mengambil parang. Gunanya untuk apa saya tidak tahu. Kata Rehan untuk menakutnakuti suami ibu itu (IYS, Red),” ungkapnya.
Ketika ditanya lagi, apakah dia melihat MN, suami IYS mengejar tersangka Rehan? Saksi Ratna mengatakan dia tidak melhat persis karena dia ketika itu berada di dalam rumah.
Padahal saat termohon dari penyidik Polresta Pekanbaru menanyakan apakah saksi Ratna mengetahui kejadian yang sore hari dan malam harinya, Rabu, 1 September 2021, perempuan ini begitu meyakinkan mengatakan tahu!
Namun saat ditanyakan kembali Hakim Tommy Manik, Ratna lantas ragu dan kemudian meralat keterangannya tahu dari cerita orang. Awalnya Ratna, menyebutkan pada sore itu terjadi laporan soal pengrusakan mobil yang dilaporkan IYS, malam harinya soal laporan IYS terkait pengeroyokan.
Setelah diingatkan Hakim Tommy Manik untuk memberikan keterangan yang jelas, Ratna kemudian meralat keterangan jika kejadian sore itu adalah keributan atau cekcok mulut antara beberapa pemuda tempatan dengan Frestly, anak IYS.
Begitu juga saksi Surya Darma juga berbelit belit dalam memberikan keterangan. Awalnya dia mengaku melihat kejadian sore dan malam hari, tetapi dibantahnya hanya melihat yang kejadian malam hari. Tapi yang sore hari ketika adanya keributan antara Frestly vs tersangka Aldo dan Rehan, Surya Darma tidak mengetahuinya.
Anehnya, ketika dicecar hakim soal kejadian malam harinya, dia melihat saksi Haris Kampai ”menyelamatkan” Ida bersama suami anaknya itu untuk masuk mobil. Tetapi mobil itu masuk parit dan akhirnya Ida, suami dan anaknya berjalan menuju ke Radja Kaffie yang jaraknya hanya sekitar 50 meter dari tempat kejadian perkara.
Surya meyakinkan tidak ada melihat tindakan pengrusakan mobil maupun penganiayaan. ”Kalau terjadi penganiayaan tentu ada bercak darahnya Pak Hakim,” tuturnya.
Dalam Sidang Prapid tersebut, selain menghadirkan saksi Surya Darma, Ratna dan M Haris atau akrab disapa Harris Kampai, Hakim juga meminta pendapat ahli hukum dari Fakultas Hukum salah satu universitas di Pekanbaru, Hardiansyah.
Dibeberkannya, penetapan tersangka oleh penyidik dianggap sah jika telah memenuhi 2 alat bukti termasuk hasil visum dari pihak dokter yang berwenang.
Terlepas dari keterangan ahli, perkara lapor IYS ini juga diperkuat dengan bukti bukti termasuk visum dari RS Bhayangkara Polda Riau, Pekanbaru. **


Komentar Via Facebook :