Terkait Kedinastian H M Jamil Yang Digadangkan Pengganti Firdaus, Begini Ulasan Aktifis Riau

Terkait Kedinastian H M Jamil Yang Digadangkan Pengganti Firdaus, Begini Ulasan Aktifis Riau

CYBER88 | Pekanbaru - "H. M Jamil yang mempunyai Jabatan rangkap dua sebagai Sekdako  juga sebagai kepala DPMPTSP (dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Pekanbaru terkesan belum membuat puas hatinya.

"Dengan jabatan Sekdako Pekanbaru H M Jamil tetap bertengger menjadi kepala DPMPTSP," ucap Teva Iris sebagai Ketua Milenial Pekanbaru di salah satu warung kopi kepad kru media CYBER88 pagi tadi. Sabtu, (30/10/21).

Disinggung mengenai Dinasty yang dimaksud Teva Iris, dengan tegas ia menyampaikan, "Perlu disampaikan saat ini kepada Sekdako, setelah menduduki jabatan sebagai Sekdako Pekanbaru yang sebelumnya menjabat sebagai kepala DPMPTSP, Jamil enggan melepas jabatan nya sebagai kepala DPMPTSP, menurut saya ia tak akan melepaskan jabatannya tersebut sebab ada 88 jenis perizinan yang telah dilimpahkan ke dinas DPMPTSP Pekanbaru berdasarkan Peraturan Walikota nomor 01 tahun 2020". 

Konon kabarnya selama menjabat sebagai kepala DPMPTSP, Developer di kota Pekanbaru merajalela, tiap sudut kota Pekanbaru Developer tumbuh subur tanpa memikirkan dampak yang terjadi yaitu mulai amdal, tata ruang kota yang semberawut hingga menimbulkan tampak banjir, izin site plane, izin peli banjir dan izin pengeringan .

Belum lagi izin usaha bersifat ilegal namun dilegalkan yaitu izin usaha GELPER (Gelanggang Permainan) yang kini tumbuh subur di Pekanbaru.

"Artinya banyaknya job pengurusan mengenai surat peirizinan yang dikelola dinas DPMPTSP selama ini , terkesan Jamil enggan untuk meninggalkan jabatan tersebut", ucap Teva Iris .

Ironisnya lagi, selain Jamil rangkap dua jabatan, ternyata adek kandung Jamil juga memiliki jabatan strategis yaitu Kabag Protokol (yang mengurusi kegiatan Walikota dan Wakil Walikota) fantastik bukan? "Bahkan akhir -akhir ini dikabarkan Jamil berambisi untuk menjabat sebagai Plt walikota yang akan memasuki pensiun," tegas nya. 

Hal senada juga disampaikan Hasanul Arifin ketua DPD LSM GEMPUR terkait H. M Jamil melalui telfon kepada kru media ini. 

Bung Arif berpendapat kedinastian yang akan diciptakan Firdaus di akhir masa jabatannya dengan mengusung nama H. M Jamil bukanlah kali pertama. 

"Kedekatan Jamil dan Firdaus itu bukan hanya kedekatan pekerjaan, namun kedekatan pribadi yang artinya Jamil itu ada hubungan keluarga dengan Firdaus. Jadi bukan hal yang baru lagi si Jamil digadangkan ganti posisi Firdaus sebagai walikota baru.

Baca juga : Jackson Sihombing: Dugaan Korupsi di Mal Pelayanan Publik Pekanbaru, Kejari Harus Periksa Sekda M Jamil

Tupoksi Jamil di Sekdako harusnya dipertanyakan, kenapa?! Karena semua perizinan harus melalui dia. 

Sekarang ada yang tahu fungsi perkantoran Tenayan Raya itu dibangun untuk apa?? Jika Firdaus katakan untuk kantor Walikota yang baru, kantor Walikota yang di Jln Sudirman itu apa?

Sementara kantor walikota yang masyarakat Pekanbaru tahu ya yang di Sudirman bahkan semua urusan administrasi masih berjalan di sana (kantor walikota Jl Jend Sudirman). 

Si Jamil itu tidak bisa kerja dan sekarang digadangkan lagi gantikan Firdaus yang juga tak ada nampak hasil kerjanya?! Mau jadi apa kota Pekanbaru jika memperkerjakan orang yang banyak retorika namun nihil kerja. 

Bangun fasilitas umum, taman megah di perkantoran walikota Sudirman yang sampai saat ini tidak ada fungsinya. Urusi banjir g bisa ya gimana bisa selesai sedangkan banjir di depan kantornya aja Jamil masa bodo. Nonsense lah setiap kata Firdaus yang klaim Jamil itu bagus," tukasnya. 

Saat ditanya mengapa hingga detik ini HM Jamil masih betah dengan dua jabatan, Bung Arif kembali bersuara, "ya untuk kepentingan pribadilah. Dimana ada disatu pemerintahan di Indonesia ini ada Sekdako juga sebagai DPMTPSP??  Ya cuma di Pekanbaru. Hebatnya lagi tak ada yang berani sentil si Jamil itu. Karena si Jamil diduaga punya backingan kuat kan. 

Bangun perkantoran Tenayan Raya yang hanya dihuni hantu, katanya kantor walikota baru sementara menurut informasi yang saya terima, kantor walikota sudirman itu sudah diserahkan ke DPMTSP yang intinya hak paten perkantoran walikota masih di Jl Jendral Sudirman. 

Siapa di DPMTSP?! Si Jamil lagi kan?! Jadi intinya, antara HM Jamil dan Firdaus terikat keuntungan pribadi. Masyarakat Pekanbaru harus jeli memilih pemimpin kita, jangan mau lagi masuk jebakan batman yang sama," tutur Bung Arif via telfon. 

Komentar Via Facebook :