Buntut Panjang Kisah Cinta James Silaban dan Elisabet Sirait Seperti Sinetron Layar Kaca, JPU Menuntut Terdakwa Kasus Pemalsuan Surat Partupolon

Lisbon Sirait Paksa Agar Elisabet Serahkan Surat Pernyataan Hak Asuh Anak

Lisbon Sirait  Paksa Agar Elisabet Serahkan Surat Pernyataan Hak Asuh Anak

CYBER88 | Pekanbaru - Proses panjang dan memamsuki sidang ke ke-10 kasus tanda tangan dan surat partupolon yang di keluarkan Pdt GPDI Samuel jalan Mangkubumi, Rumbai Pekanbaru, Riau dan tanda tangan terdakwa Vintor Harianja sebagai wali pernikahan sudah tahap Tuntutan. Kamis, (25/11/21)

Tahap pembacaan Tuntutan oleh JPU Gusnelli SH.MH dan Sartika Ratu Ayu pada tanggal 23/11/2021 ketika di minta konfirmasi pada pengacara terkait putusan yang di baca oleh JPU menyampaikan, "kami sebagai kuasa hukum sangat menghargai putusan yang disampaikan JPU," ucap Syahban Siregar SH.MH melalui telepon selular pada saat selesai sidang .

Hal itu terungkap pada sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa (23/11-2021) dengan agenda penuntutan dibacakan JPU Gusnelly dan Sartika Ratu Ayu Tarigan.

Menurut JPU, Elisabet yang biasa disapa Lisbet dituntut hukuman 5 bulan penjara, 
sementara suaminya James Silaban dituntut 7 bulan penjara dalam perkara nomor 1023 dan  perkara nomor 1024, Vintor Harianja dituntut 7 bulan penjara.

Pihak kuasa hukum ke- 3 terdakwa Darwin NS SH menjelaskan, berdasarkan surat perpanjangan penahanan yang dikeluarkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau nomor B-2523/L.4.1./Eku.1/08/2021 tanggal 19 Agustus 2021 terhadap Vintor dan James, pelapornya Nurbetti.

Kemudian, berdasarkan surat dakwaan JPU No. Reg. Perk: PDM. 162 / PKU / 09 / 2021 tanggal 22 September 2021, pelapornya Lisbon Sirait .

Di sisi lain, hebatnya punya relasi pejabat dimana dengan diam-diam Lisbon Sirait pergi ke Lapas Pekanbaru pada Selasa (23/11-2021), yang pada hari yang sama memiliki agenda lain selain agenda pemeriksaan di Polda.

Hal itu terungkap di layar zoom di ruang sidang begitu sidang usai. Lisbet masih sempat mengemukakan kekesalannya kepada ayahnya yang disaksikan langsung oleh sejumlah wartawan usai mengikuti sidang di layar zoom.

Kuasa hukum Elisabet, Darwin Sinaga kepada wartawan usai persidangan, membenarkan Lisbon Sirait hari ini menjalani periksaan di Polda Riau terkait laporan yang ia buat bersama.

”Tadi kita lihat bersama usai persidangan, klien kami Elisabet bilang dia buru buru ke persidangan virtual karena kedatangan bapaknya.

Sebelum sidang berlangsung secara daring dan luring, ayahnya Lisbon memaksa agar Elisabet membuat Surat Pernyataan terkait hak asuh anak.

Dalam pengakuannya sambil menangis, Lisbet menolak keinginan Lisbon dan buru-buru untuk mengikuti sidang, meninggalkan ayahnya itu.

Selaku penasihat hukum Lisbet, sebagaimana harapan ibu si bayi, Elisabet menitipkan harapan kepada Penasihat Hukum-nya, agar selaku ibu bisa segera melihat bayinya.

“Dan bayinya agar dirawat oleh orang-orang yang benar-benar menyayangi ibunya. Memanusiakan manusia. Jadi dalam hal ini menurut klien kita Elisabet dan James Silaban selaku ibu dan ayah si Bayi mengatakan, bayi itu akan mereka serahkan perawatannya kepada pihak keluarga laki-laki,” ucap Darwin.

Sebelum menyelesaikan keterangan pers-nya, Darwin tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) yang turut memberikan perhatian dan support terhadap hak anak Elisabet yang direbut oleh Kakek dan Neneknya. Kepada Seto Mulyadi sebagai Ketua LPAI maupun Esther Yuliani Manurung sebagai Ketua LPAI Riau.** (A.  Rambe). 

Komentar Via Facebook :