Pembangunan Proyek Bukit Gelanggang Sudah Sesuai Bestek
CYBER88| Dumai - Pembangunan Proyek Pemeliharaan Panggung Bukit Gelanggang Kota Dumai bernilai Rp. 149.878.000 yang dikerjakan dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. Fatih Bersaudara yang diawasi Konsultan Pengawas CV. Radha Consultant.
Dan pekerjaan Proyek Pembangunan Lapangan Takraw dengan nilai proyek Rp. 102.255.000 yang dilaksanakan oleh CV. Kirana Jaya Berkah dan konsultan Pengawas CV. Bisyarah Kencana Consultan sudah sesuai dengan SOP (bestek).

Hal tersebut dikatakan Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Dumai, Reja juga diakui pelaksana proyek dan konsultan pengawas proyek di Taman Bukit Gelanggang Kota Dumai. Selasa (23/11/21).
"Coba saudara lihat dan baca bestek proyek proyek ini, ada ngak disebut pake Besi tikar (wiremhes), Kemudian mengenai pasangan kualitas sementara. Coba tanya kan langsung ama saudara Ricky ini. Dia nya selaku pengawas proyek ni. Jadi jangan bapak buat berita proyek ini asal jadi atau menyalahi bestek," ujar Reja dihadapan para kontraktor dan Konsultan pengawas seakan mengkritik isi pemberitaan sebelumnya.
Bahkan lebih jauh Reja berkata. "Apalagi sekarang ini, mana mungkin kami berani main main," ujar Reja seraya meminta wartawan CYBER88 untuk menghapus berita sebelumnya.
Memang menjelang akhir tahun 2021 ini, seluruh pembangunan di Kota Dumai menurut Reja di gesa, tidak terkecuali menurut Reja pembangunan di area Taman Bukit Gelanggang Kota Dumai.
Namun menurut Reja seluruh kegiatan pembangunan harus dikerjakan sesuai perencanaan yang matang oleh Konsultan Perencana.
Memang sesuai hasil pengamatan CYBER88 Selasa (23/11/2021) sore tadi masih dikerjakan dan pengawasan nya pun menurut salah seorang pekerja proyek sangat ketat. "Setiap hari kerja mereka datang ngawasi kami. Jadi nggak mungkin kontraktor yang mempekerjakan kami berani macam macam," ungkap salah seorang pekerja di area Taman Bukit Gelanggang, Jalan Soeberantas Dumai.
Bahkan dari pengamatan CYBER88, ada salah satu lokasi proyek yang belum di cor karena masih tahap penimbunan dan pemadatan. Hal itu bisa jadi dikarenakan kondisi alam yang selalu hujan.


Komentar Via Facebook :