BPPW Malut Resmi Menyerahkan Pengelolaan IPA Kepada PDAM Kepulauan Sula
BPW Maluku Utara Resmi Serahkan Pengelolaan IPA ke PDAM Kepulauan Sula (ist)
CYBER88 I SANANA - Pengucuran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2021 sebesar Rp.15.786.600.000.00 untuk Pembangun Instalasi Pengelolaan Air (IPA) KAP.30 L/DET SPAM IKKA yang terletak di Desa Waiboga Kecamatan Sulabesi Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara (Malut) yang di kerjakan oleh PT Bayu Surya Bakti Konstruksi itu, kini mulai rampung pekerjaan nya. Senin, (29/11/21).
Direktur Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kepsul, Budi Banapon saat konfirmasi CYBER88 sekira pukul 14.06 WIT mengatakan, terkait proyek pembangunan IPA yang di bangun di Desa Waiboga, itu sudah di lakukan penyerahan pengelolaan oleh Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Maluku Utara kepada kami pihak Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kepsul," ungkapnya nya.
"Meskipun sudah di lakukan penyerahan pengelolaan operasional kepada PDAM Kepsul, namun masih menjadi tanggungjawab pihak rekanan untuk melakukan pemeliharaan selama enam bulan kedepan," jelasnya.
Ketika di sentil terkait proyek pembangunan IPA yang menelan anggaran APBN sebesar Rp.15,7 Milyar itu, apakah nanti mampu menyuplai air secara baik dan merata kepada seluruh warga Kota Sanana.
Budi menjelaskan bahwa, pelanggan PDAM di Kota Sanana ini baru 4000 sekian, belum mencukupi 5000, untuk itu masi sangat layak,apalagi IPA yang baru selesai bangun di Desa Waiboga itu, akan menyuplai air 30 liter perdetik bahkan mampu menyuplai air 10.000 liter perdetik.
Jadi sangat mampu untuk melayani warga Kota Sanana. Terangnya.
"Kota Sanana saat ini sudah mempunyai empat sumber air yang pertama sumber air di Desa Waibau dan Desa Wailau.
Dua sumber air di dua desa tersebut masing-masing mampu menyuplai air 20 liter perdetik. Kemudian di Desa Waiboga juga ada dua sumber air, yakni sumber air yang di bangun tahun sebelum nya mampu menyuplai air 10 liter perdetik dan yang kedua sumber air yang baru saja selesai di bangun menggunakan anggaran APBN itu,akan menyuplai air 30 liter perdetik.
"Jadi empat sumber air ini semua terkoneksi dan di salurkan melalui pipa induk untuk didistribusi ke semua wilayah dalam Kota Sanana," paparnya.
Lanjut mantan Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kepulauan Sula itu,bahwa dulunya pendistribusian air dibagi menggunakan jalur. Misalnya sumber air di Desa Waibau di khususkan melayani desa desa tetangga dalam Kota Sanana, kemudian sumber air di Desa Wailau dan Desa Waiboga juga demikian.
"Tapi sekarang ini sudah tidak lagi di lakukan seperti itu. Sekarang pendistribusian air minum sudah melalui satu jalur," tutupnya.(Red/Drakel).


Komentar Via Facebook :