Ketua IDI Lamsel: Siap Gelar Vaksinasi untuk Anak Usia 6-11 Tahun
CYBER88 | Lamsel – Ikatan Dokter Indonesia (IDI), siap melaksanakan Vaksinasi Covid-19 pada anak usia 6 sampai 11 tahun setelah Lampung Selatan, tembus 70% warga yang telah melakukan vaksinasi dosis kesatu maupun dosis kedua. Namun, semuanya masih menunggu arahan dari Dinas Kesehatan Kab. Lamsel.
Peryataan tersebut disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Lamsel, dr. H. Wahyu Wibisana setelah menerima penghargaan dari Kapolres Lamsel AKBP. Edwin kepadanya dan Relawan Kesehatan, yang pelaksanaan Vaksinasi di Lamsel telah tercapai target 70%, yang diharapkan Pemkab.
"Ya, Kami siap melaksanakan Vaksinasi Covid-19 pada anak usia 6 sampai 11 tahun, saat ini kita masih menunggu arahan dari Dinas Kesehatan Lampung Selatan," ujar dr. Wahyu.
"Kalau sudah dikasih lampu hijau serta arahan, kita siap serbu Vaksinasi dosis ke 1 dan kartu kendali serta P.Care-nya kita sudah siap, tinggal menunggu pelaksanaannya yang benar-benar membutuhkan kesabaran, karna vaksinasi terhadap anak-anak yang rata-rata takut jarum suntik," terangnya, Selasa (14/11/2021).
dr. Wahyu menjelaskan, untuk anak yang berada pada jenjang pendidikan sekolah dasar (SD). yang diutamakan kelas 3 hingga 6, menurutnya 1 sampai 2 masih ada program BIAS, jadi minimal menunggu 2 minggu agar tidak ada dampak yang tidak di inginkan.
.jpeg)
“Vaksinasi Covid-19 pada anak 6 sampai 11 tahun akan ekstra memperhatikan kondisi kesehatan anak. Selain itu, faktor komorbid atau penyakit penyerta anak menjadi perhatian khusus juga karena sangat berisiko,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, Jenis vaksin yang di berikan baru Sinovac yang sudah mendapat persetujuan dari Badan POM dan Badan Imunisasi Nasional (BIN) dan untuk dosis tetap diberikan 0,5 ml dengan jarak penyuntikan pertama dan kekedua selama empat minggu.
“Dosis dan rentang waktu vaksin ini sama seperti orang dewasa. Jadi, artinya kalau 2 kali dan dosisnya sama dengan dewasa,” imbuhnya.
Terkait pelaksanaan vaksinasi, lanjut dr Wahyu, sama seperti dewasa yakni menggunakan nomor induk kependudukan (NIK). Jadi para orang tua diimbau mengecek NIK anak masing-masing sebelum vaksinasi dimulai.
"Kalau belum ada NIK, silakan datang ke kecamatan atau kelurahan setempat untuk menanyakan NIK dari anak kita," pungkas wahyu mengakhiri. [Andy]


Komentar Via Facebook :