Tak Adanya Papan Proyek pada Pekerjaan APBD Kembali Mendapat Sorotan, Kini pada Renovasi Saluran di Jalan Banjaran-Soreang

Tak Adanya Papan Proyek pada Pekerjaan APBD Kembali Mendapat Sorotan, Kini pada Renovasi Saluran di Jalan Banjaran-Soreang

CYBER88 | Bandung -- Banyaknya proyek di Kabupaten Bandung yang dibiayai oleh APBD tak memasang papan proyek, kian menjadi buah bibir dan mendapat banyak sorotan. Pasalnya, masyarakat yang kini sudah peka terhadap aturan menilai setiap proyek tanpa papan informasi merupakan sebuah pelanggaran. Papan informasi proyek itu bertujuan agar pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan transparansi.

Bukan hanya dari kalangan masyarakat saja yang menyoal banyak tak di pasangnya papan informasi proyek. Beberapa hari kebelakang, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bandung Hen Hen Asep Suhendar mengingatkan kepada penyedia jasa jangan mengabaikan papan informasi proyek dan keberadaannya dianggap tidak penting.

Salah satu pimpinan DPRD itu angkat bicara saat ada kegiatan proyek di wilayah dapil pemilihannya tak memasang papan proyek yakni pada pekerjaan pelebaran jembatan yang berada di Kampung Sukaati Desa Cipelah Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung seperti diberitakan sebelumnya.

Baca Juga : Hen Hen Asep Suhendar: Jangan Abaikan Papan Proyek

Diabaikannya Papan informasi lagi – lagi ditemukan oleh Cyber88.co.id. Hebatnya lagi, pekerjaan tersebut berada di jalan utama menuju Kantor PUTR Kabupaten Bandung yakni di jalan raya Banjaran Soreang yang biasa disebut warga kawasan Ciherang. 

Disana hanya terlihat tulisan dalam banner kecil berbunyi “Maaf Sedang Ada Renovasi Saluran”. Tulisan itu tentunya dapat dibaca setiap orang yang melintasi jalan tersebut.

Saat diminta pendapat terkait hal ini, LM salah satu tokoh kabupaten Bandung menyebut, papan proyek sebagai bentuk informasi yang berhak diketahui oleh masyarakat, untuk mengetahui dari mana sumber dan besaran anggaran beserta sumber dan juga masa pengerjaan.

Ia pun membenarkan maraknya ditemukan kegiatan proyek Dinas PUPR Kabupaten Bandung yang tanpa dilengkapi dengan papan informasi. 

“Entah apa yang melandasi pihak penyedia jasa selaku rekanan enggan memasangnya?, Tanya dia.

Kata dia, memang yang namanya papan informasi pekerjaan tidak mempengaruhi soal kualitas hasil, karena soal kualitas, yang dapat menentukan adalah tim teknis dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Hanya saja, keberadaan papan informasi sangat penting, agar masyarakat mengetahui volume, sumber anggaran dari mana, besaran anggarannya berapa dan progres pengerjaannya berapa lama," Jelasnya, Kamis (16/12/2021).

"Dengan begitu, menurut dia, masyarakat bisa melakukan kontrol terhadap jalannya pekerjaan. Bilamana dengan volume atau progres waktu tidak sesuai dengan ketentuan yang ditentukan pada plang proyek, bisa dengan mudah menginformasikannya kepada pejabat yang berwenang.

“Seharusnya pihak penyedia jasa memiliki kesadaran, tanpa diperintahkan, apa lagi sampai didesak oleh Dinas, sudah menjadi suatu keharusan memasang plang informasi dilokasi kegiatan.

"Ironisnya, pihak Dinas seolah melakukan pembiaran, sehingga memancing respon publik untuk bereaksi," Katanya. [grd]

Komentar Via Facebook :