Disdik KBB Terkesan Tutup Mata, Kepsek Pasif, Nasib SMPN 1 Saguling Semakin Kumuh Tak Terurus

Disdik KBB Terkesan Tutup Mata, Kepsek Pasif, Nasib SMPN 1 Saguling Semakin Kumuh Tak Terurus

CYBER88 | KBB -- Mati enggan hidup tak mau inilah kesan pertama ketika Cyber88.co.id berkunjung kembali ke SMPN 1 Saguling, kamis (3/2). Nampak cat tembok yang sudah kusam juga bangunan 75% mayoritas memerlukan rehab ringan dan berat. Ditambah dengan tingginya rerumputan disekitar sekolah membuat pandangan mata terasa tidak nyaman.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bahwa sejak 2 tahun lalu setelah diberitakan di media Cybber88, pada tahun 2021 berdasarkan usulan dari pihak sekolah, dikabarkan SMPN 1 Saguling akan mendapatkan rehab untuk 2 ruang kelas. Namun, pada detik-detik terahir ternyata dibatalkan diduga karena menurut keterangan beberapa sumber, kepala sekolah tidak kooferatif

Dalam pemberitaan sebelumnya, memuat perihal perlunya rehab berat untuk beberapa ruang kelas dan ruang labotarium IPA yang sudah lama tidak bisa dipergunakan dikarenakan khawatir ambruk.

Deni salah seorang pemerhati pendidikan di kecamatan Saguling dengan sedikit kesal merasa heran dengan kejadian ini, kenapa kepala sekolah sampai tidak mau hadir di Disdik untuk verifikasi dan pihak Disdik KBB juga begitu saja membatalkan proyek ini padahal ini sangat urgent.

Dengan siswa sekitar 400 orang harusnya sekolah ini lebih diperhatikan dan membutuhkan pemimpin yang inovatif, kritis dan tegas sehingga dapat menjadikan sekolah sebagai rumah kedua sehingga kenyamanan siswa dan guru lebih terjamin, “Ujar Deni.

Ketika cyber88.co.id bermaksud untuk konfirmasi terkait masalah ini kepada kepala sekolah H Maman Abdurahman namun agak sedikit kaget karena kepala sekolah sedang asyik mancing di kolam belakang sekolah, seolah tidak peduli terhadap keadaan sekolah padahal saat itu sedang jam pelajaran.

Awak media pun diminta untuk menghubungi pihak humas. Padahal media sebagai kontrol sosial tentunya ingin ikut berperan aktif mencari solusi untuk pemecahan masalah ini karena menyangkut permasalahan anak bangsa untuk bisa menikmati pendidikan dengan segala fasilitasnya dengan layak. (yus')

Komentar Via Facebook :