Menyikapi Polemik Taman Alun-Alun Simpang Pematang, Tokoh Mesuji Angkat Bicara

Menyikapi Polemik Taman Alun-Alun Simpang Pematang, Tokoh Mesuji Angkat Bicara

Tokoh Mesuji Asal Talang Gunung

CYBER88 | Mesuji -- Taman Alun-alun Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji Lampung menjadi sorotan kalangan tokoh Pribumi Mesuji, imbas dari para oknum sekolompok warga tak bertanggung jawab kini menjadikan Alun-alun perbincangan hangat  dan menjadi sorotan Nasional, Jumat (11/2).

Alun-alun Simpang Pematang merupakan Taman penghijauan yang dibuat tahun 2016 jaman bupati dahulu untuk berolahraga serta bersantai bersama keluarga ketika libur sekolah atau bersantai dikala menjelang sore, sehingga kesejukan alam benar-benar sangat dirasakan, karena sarana bermaipun disediakan oleh pemeritah pada saat itu, dan semua fasilitas gratis.

Kini alun-alun Simpang Pematang kondisinya sekarang sangat mengkhawatirkan, selain terlihat kumuh dan tidak terawat, sampah juga berserakan, bagian-bagian di dalam taman pun banyak yang rusak seolah tak tersentuh perawatan bahkan sudah seperti pasar tradisional, carut marut bahkan fasitas pemerintah sudah tidak terlihat lagi. Kalau sudah seperti ini siapakah yang akan bertanggungjawab.

Tokoh Pribumi Mesuji Asli H. Tumit (60) dalam pendapatnya mengatakan, "Saya sebagai Masyarakat Mesuji meminta pulangkan kembali alun-alun kepada fungsi awal, agar Masyarakat sekitar memiliki tempat untuk berolah raga dan tentunya masyarakat yang berolahraga menjadi sehat, juga kelestarian lingkungan nya tetap terjaga bukan malah sebaliknya."

Dirinya juga mengingatkan kepada sahabatnya Bupati Mesuji H. Saply Th, "Saya sekedar mengingatkan kepada sahabat saya H.Saply .TH, agar bertindak sesuai Aturan saja, dengan begitu insya Allah kita semua akan selamat."

"Satu hal yang perlu di ingat berjuanglah demi Mesuji Ingat massa lalu, siapa kita dan dimana kita, tidak seharusanya kegaduahan itu terjadi didepan rumah dinas Bupati Mesuji," kata Tumit.

Saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp, Ketua DPRD Kabupaten Mesuji mengatakan, "Kami sudah cek langsung bersama Tim DPRD Kabupaten Mesuji, Keadaan dan Kondisi Taman penghijauan Alun-alun tidak seharusnya berubah fungsi seperti sekarang ini."

"Dan pemerintah harus bertindak Sangat disayangkan taman alun-alun sudah berubah fungsi, dan menjadi kumuh, kami meminta Kepada Pemerintah Daerah untuk mengembalikan fungsi taman tersebut dan menata pedagang yang tempat sudah ada di taman disediakan pemerintah," tuturnya.

Pantauan Awak Media Kamis (9/2) sore, kondisi beberapa bagian Lapangan terihat sudah rusak, pasilitas umum podium pun dipakai untuk berdagang, bahkan kolam air mancurpun jadi sarang nyamuk dan airnya sangat kehitam hitaman,

Hal tersebut membuat paving block terlihat rusak dan banyak bagian paving block yang hilang, hanya menyisakan tanah yang berdebu dan bahkan Siring disekitar banyak di penuhi sampah berserakan, yang dulu ada ada kursi, ayunan sudah tidak terlihat lagi.

Lalu pagar gorong-gorong di bagian tepi jalan bagi Depan Rumah Bupati Mesuji, terpantau banyak carut marut, bangunan dalam alun alun dan bagian dalam dipenuhi padat pedagang permanen dipinggir selah selah banyak sampah dan selokan air bekas cuci yang berbau.

Kondisi lebih parah nampak podium di sudut kanan selatan dimana bagian ini terdapat banyak bekas bekas lendir masakan dan barangkali dapat dikatakan jauh dari kesan asri dan nyaman. Bahkan tembok pembatas dengan jalan Alun-alun Timur pun tidak nampak dan sangat kumuh juga terlihat jorok.

Salah seorang pengunjung, Een (30), mengatakan dirinya tidak sengaja berkunjung ke Taman Alun-alun Kecamatan Simpang Pematang yang kondisinya jauh berbeda dengan alun alun tempat lain, dimana keindahan alam masih terjaga.

"Saya kaget melihat alun-alun sekarang, kukira pasar dan cafe karena sangat padat perkumpulan orang-orang, dan di jejali banyak pedagang disana-sini," kata Een.[Ver]

Komentar Via Facebook :