Majelis Hakim Geleng-geleng Kepala Lihat Tiga Kontainer Bukti Surat, "Kenapa dicicil-cicil ini, sampai kapan ini," kata Ketua Majelis Hakim

Bawa Bukti Tiga Kontainer, Chevron, SKK Migas dan KLHK Tak Kunjung Hadirkan Hasil Audit Lingkungan Blok Rokan

Bawa Bukti Tiga Kontainer, Chevron, SKK Migas dan KLHK Tak Kunjung Hadirkan Hasil Audit Lingkungan Blok Rokan

Kuasa Hukum PT CPI membawa tiga kontainer dokumen ke persidangan Gugatan LPPHI terkait pemulihan Limbah B3 di Wilayah Kerja Migas Blok Rokan di PN Pekanbaru, Selasa (1/3/2022). (Ist)

CYBER88 | Pekanbaru - Sidang ke 12 di PN Pekanbaru antara Tim LPPHI sebagai Penggugat dan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), SKK Migas , Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau sebagai Para Tergugat Perkara Perdata Nomor 150/PDT.G/LH/2021PN.PBR, tak kunjung menunjukkan hasil audit lingkungan Wilayah Kerja Blok Rokan. Selasa, (1/3/22).

Pada sidang agenda Tambahan Bukti, dengan membawa 3 kontainer besar dan koper besar, PT CPI meghadirkan bukti surat Menteri LHK Nomor S.359/PSLB3/PKTDLB3/PLB.4/9/2020 tanggal 25 September 2020 tentang Penetapan Hasil Audit Lingkungan Spesifik Wilayah Kerja Rokan - PT CPI tentang Environtmental Remaining Liabilities.

"Bukti surat yang dihadirkan Tergugat itu bukan Hasil Audit Lingkungan, melainkan surat Menteri LHK perihal pelaksanaan Audit Lingkungan," ungkap Anggota Tim Hukum LPPHI Tommy Freddy Manungkalit SH usai persidangan.

Perianto Agus Pardosi juga menyampaikan surat Menteri LHK itu hanya mengungkapkan telah dilaksanakan Audit Lingkungan Spesifik WK Blok Rokan oleh PT Green Corp Konsultan Indonesia, yang telah mendapatkan Penetapan Penyelesaian Audit Lingkungan dari Menteri LHK.

"Sedangkan hasil audit itu sendiri sampai saat ini tidak ditampilkan ke Persidangan meskipun telah diwajibkan oleh Perundang-undangan untuk mempublikasikannya," tambah Wakil Ketua Tim Hukum LPPHI Supriadi Bone SH CLA.

Selain itu, menurut Tommy lagi, PT CPI sebagai Tergugat I pada perkara tersebut, juga hanya menghadirkan Bukti Surat berupa dokumen Heads of Agreement (HOA) tahun 2020 yang ditandatangani oleh PT CPI, SKK Migas, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan diakui oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi.

"Isinya antara lain menyatakan mengenai pendanaan kegiatan pascaoperasi dimana poinnya antara lain SKK Migas telah menentukan biaya kegiatan penutupan sumur dan fasilitas-fasilitas restorasi dan kegiatan-kegiatan remediasi lingkungan hidup lainnya sehubungan dengan tanggungjawab KKKS adalah sebesar USD 2.214.000.000," imbuh Perianto Agus Pardosi.

Kemudian, lanjut Pardosi, dalam surat itu juga mencantumkan pernyataan bahwa untuk mendapatkan pembebasan, perlindungan dan penanggungan sesuai Pasal 5 HOA, CPI setuju membayarkan USD 265.000.000 melalui escrow account atau rekening bersama.

Hakim Geleng-geleng Kepala

Jalannya persidangan Gugatan Lingkungan Hidup dari Lembaga Pencegah Perusak Hutan Indonesia diwarnai beberapa pertanyaan dari majelis hakim kepada para Tergugat mengenai bukti surat yang dihadirkan di persidangan.

"Kenapa dicicil-cicil ini, sampai kapan ini," kata Ketua Majelis Hakim sambil geleng-geleng kepala sambil bergumam di awalnya dibukanya sidang.

Saat pemeriksaan bukti surat Para Tergugat berlangsung, Ketua Majelis Hakim kembali mengingatkan Kuasa Hukum Parat Tergugat mengenai bukti-bukti surat yang mereka hadirkan.

"Soal bukti surat peraturan-peraturan, kami nggak percaya begitu saja kok, menyangkut aturan tetap kami cek. Kalian hadirkan foto kopi pun kalau benar isinya kami kan tau, tetap kami buka. Kami tak percaya begitu saja. Semua sekarang kan zamannya sudah terbuka sekarang. Nggak ada yang tertutup sekarang. Putusan pengadilan saja mana ada yang tertutup lagi sekarang, semua dibuka," ungkap Ketua Majelis Hakim tatkala melihat Kuasa Hukum Tergugat berdalih beberapa surat asli dari bukti yang mereka hadirkan belum mereka bawa.

Sidang yang berlangsung tepat pukul 15.00 WIB itu berakhir pukul 16.43 WIB. Sidang kembali dilanjutkan pada Selasa (8/3/2022) mendatang dengan agenda tambahan bukti dari CPI dan SKK Migas.

Mengenai Perkara Gugatan Lingkungan Hidup ini, perkara ini tercatat telah disidangkan di PN Pekanbaru dengan Nomor 150/PDT.G/LH/2021/PN.Pbr dan terdaftar pada 6 Juli 2021.

Sidang dipimpin Hakim Ketua DR Dahlan SH MH dan dua hakim anggota Tommy Manik SH dan Zefri Mayeldo Harahap SH MH serta Panitera Solviati SH.

LPPHI menurunkan lima Kuasa Hukum dalam gugatan itu. Kelimanya yakni Josua Hutauruk, S.H., Tommy Freddy Manungkalit, S.H., Supriadi Bone, S.H., C.L.A., Muhammad Amin S.H.,dan Perianto Agus Pardosi, S.H. Kelimanya tergabung dalam Tim Hukum LPPHI.

Sementara itu, PT Chevron Pacific Indonesia, SKK Migas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau merupakan para tergugat dalam perkara ini. **

Komentar Via Facebook :