Inilah Krarifikasi Mantan Kepsek PAUD Terpadu Kaur Soal Hutang yang Menjadi Polemik
CYBER88 | Kaur – Menanggapi persoalan hutang TK Terpadu Kaur pada seseorang yang menimbulkan Polemik, Bahkan Kepala Bidang PAUD Kabupaten Kaur mengatakan merasa pusing dengan persoalan ini, Mantan kepala Paud Terpadu Kaur ibu Susmihartie menyampaikan klarifikasi.
Ditemui Cyber88 Bengkulu, Susmihartie membenarkan bahwa adanya hutang paud terpadu senilai Rp.16 juta lebih. Ia pun menginginkan hutang tersebut di selesaikan oleh Kepala Sekolah yang baru dengan menggunakan dana BOP.
Susmihartie mengungkapkan, sewaktu dirinya dimutasi, meminta waktu untuk menyelesaikan beberapa persoalan yang menjadi tanggung jawabnya, terutama masalah hutang.
“Aku cerita mundur saja. Memang sebelum mutasi saya dipanggil bahwa saya akan dimutasi, saya dimutasi gak ada masalah tapi dengan satu syarat setelah tahun pelajaran berakhir karna ada beberapa pertimbangan yang harus di selesaikan, “Tutur Susmihartie.
Menurut susmihartie, masalah hutang sekolah itu hal yang biasa kalau ada mutasi dan akan diselesaikan oleh kepala sekolah yang baru. Karna pergantian itu nanti akan menggunakan dana BOP Salah contoh pemberian makan tambahan Anak.
"Hari selasa saya dapat mutasi, besok paginya kepala sekolah baru datang. Jam delapan dia laporan dan kalau bisa kepala sekolah baru mengajak langsung sertijab. Dengan tegas saya sampaikan pada kepala sekolah yang baru, itu tidak bisa dilakukan dengan alasan, “Ujarnya.
“Nggak gampang ini bukan sekolah kecil " hari rabunya saya lakukan rapat komite di hadiri dewan orang Guru, “Imbuh dia.
Disitu ada beberapa keputusan Mengenai uang tabungan dan uang bulanan siswa - siswi sebesar Rp.60.000 perbulannya. Serta mengenai pembayaran hutang kegiatan PAUD yang pembayarannya akan menggunakan dana BOP, Bebernya.
Lanjutnya, "Pada hari jum'at saya dapat tegoran, tegoran dari Diknas bahwa Silakan sertijab secepatnya paling lambat senin.
Akan tetapi, Ucap susmihartie, ia ajukan pengunduran waktu sertijab pada kepala paud yang baru. Namun hal itu tidak disetujui oleh Masmidawati selaku kepala sekolah yang baru.
Terkait permasalahan tersebut, banyak pihak yang menilai, polimik ini menjadi panjang dan kemungkinan harus melibatkan pihak - pihak lain supaya tidak memiliki dampak yang buruk pada Citra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten kaur. (Riko)


Komentar Via Facebook :