Rekanan Aceh Timur Sangat Kecewa Terhadap Dinas Perkim

Rekanan Aceh Timur Sangat Kecewa Terhadap Dinas Perkim

CYBER88 | Aceh Timur -- Beberapa rekanan yang perusahaan nya yang terdaftar di E -  katalog sangat kecewa terhadap kinerja Dinas Perumahan dan Kemukiman(Perkim) Provinsi Aceh. Mereka menilai pengelolaan tender rumah layak huni/rumah bantuan dhuafa tahun 2022 sangat buruk dan amburadul. 

Menurut Pihak rekanan kinerja Perkim di tahun 2022 ini terburuk sepanjang sejarah lahir program rumah dhuafa di Aceh

M.Amin salah seorang rekanan asal Aceh Timur mengungkapkan bahwa buruknya kinerja Dinas Perkim, membuat banyak rekanan kebingungan. 

"Kinerja Perkim Aceh paling buruk dan amburadul tahun ini dalam pengelolaan proyek rumah dhuafa," ungkapnya, Kamis (14/4/2022).

Pria yang akrab disapa Boby ini menyebutkan salah satu penyebab munculnya kekecewaan sejumlah rekanan terkesan mereka di "kerjain" oleh pihak Perkim

"”Kita seperti dikerjain oleh pihak Perkim, apalagi menyangkut masalah administrasi dan kinerjanya sangat amburadul", sebutnya.

Ia membeberkan,  perusahaannya  yang di telah di klik jatah rumah sebanyak 2 paket atas nama perusahaan, namun seminggu kemudian sudah hilang, entah kemana raibnya.

“Atau karena tidak menyerahkan uang, sehingga paketnya dihapus dan di klik ke perusahaan lain, “ujarnya.

“Padahal perusahaannya semua persyaratan sudah lengkap dan telah lulus kontrak payung,” Imbuhnya 

Sementara sumber lainnya juga mengungkapkan hal yang sama menyoroti kinerja Perkim Aceh tahun ini terhadap pengelolaan proyek rumah dhuafa, bahkan Perkim Aceh dituding memperlakukan rekanan diskriminatif, 

“Yang mudah dapat paket rumah, siapa yang dekat dengan Kabid dan cepat setoran, “cetusnya

Pengelolaan proyek rumah dhuafa sangat bobrok tahun ini, Gubernur Aceh perlu evaluasi terhadap bawahan nya, cetus sumber tersebut yang minta namanya tidak dipublikasi, “Ujar dia.

Sebagaimana diketahui pada tahun 2022, Pemerintah Aceh akan membangun sebanyak 7,811 unit Rumah Layak Huni(RLH) atau bantuan rumah dhuafa yang tersebar di 23 Kabupaten/Kota yang berada di bawah Dinas Perumahan dan Kemukiman Aceh yang berada di Seutui Kota Banda Aceh.

Sejak tahun 2018, proyek rumah dhuafa, Pemerintah Aceh melakukan  pelelangan melalui sistem E-katalog.

Sementara Kabid Perumahan, Agusssalim, ST.MT saat di konfirmasi media ini Rabu 13/04 melalui pesan WhatsApp tidak mendapatkan balasan, meskipun telah menunggu sejak kemarin, bahkan wa dan coba menghubungi via telp tidak aktif. (Mhr)

Komentar Via Facebook :