Diduga Akibat Pembalakan Liar, Sungai Ciwidey Kembali Meluap megangibatkan Abrasi dan Satu Jembatan Ambruk
Sungai Ciwidey Kembali Meluap megangibatkan Abrasi dan Satu Jembatan Ambruk, Kades Tenjolaya Berharap ada Perhatian Serius dari Pihak Tekait
CYBER88 | Bandung -- Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Ciwidey dan sekitarnya pada sore tadi, Senin (6/6) membuat debit air Sungai Ciwidey meluap. Derasnya air, menimbulkan abrasi di sepanjang pinggiran sungai termasuk di wilayah perbatasan Desa Tenjolaya dan Desa Ciwidey.
Tak hanya terjadi pengikisan tanah, terjangan air yang begitu deras mengakibatkan jembatan penghubung Kampung Warung ke Neglasari Ciwidey, ambruk dan terbawa air.
Kondisi seperti itu, tentu saja membuat warga yang tinggal di bantaran sungai tersebut cukup panik. Mereka khawatir, rumahnya akan tergerus dan terbawa air yang meluap sampai ke pekarangan rumah.
Bahkan, di belakang Koramil Pasir Jambu, banyak rumah-rumah yang berada dibibir sungaai kondisinya sudah menggantung.
Di wilayah perkampungan Kebun di Belakang Perumahan BCI Desa Tenjolaya Kecamatan Pasirjambu pun terbanjiri akibal luapan sungai tersebut.
Salah satu warga Desa Tenjolaya yang rumahnya berada di bantaran sungai mengatakan, derasnya air di Sungai Ciwidey hingga meluap diduga karena banyaknya pembukaan Lahan di Wilayah Geo Dipa oleh para petani liar. Sehingga, ujar dia, ketika hujan besar di Sekitaran Hutan maka tidak ada pepohonan yang menahan dan air langsung masuk ke sungai.
Ia berharap, adanya perhatian serius dari penegak hukum terhadap para oknum yang dengan sengaja melakukan pembalakan liar di wilayah Geo Dipa. Menurutnya, kalau tidak ditindak tegas, bukan tidak mungkin kondisi seperti ini akan terus berlanjut dan mengakibatkan korban harta benda dan jiwa.
Sementara itu, dihubungi via telpon WhatsApp, Ismawanto Somantri Kades Tenjolaya mengatakan, bahwa kejadian ini kerap terjadi tatkala hujan deras.
Seperti dikatakan warga, ia pun menduga bahwa debit air yang meluap sangat deras itu diakibatkan air hujan yang langsung masuk ke sungai.
“Itu, terjadi akibat adanya pembukaan lahan oleh para petani yang tidak memperhitungkan resiko yang akan terjadi, “Ucapnya .
Bahkan, sambungnya, menurut kabar yang dia ketahui, pihak Megaproyek PLTP Patuha 2, Geo Dipa berencana akan membuka lagi lahan. Hal itu tentunya akan menimbulkan resiko tinggi dan kejadian ini tidak menutup kemungkinan akan terus berulang kalau tidak memperhatikan amdal.
Ismawanto berharap, adanya perhatian dari pihak yang diatas dan turun langsung meninjau dan mengevaluasi keadaan supaya tidak menimbulkan dampak bencana yang lebih besar.
Pada warganya, Ismawanto mengingatkan untuk tetap siaga dan melaporkan segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi pada pemerintah desa. (A.H)


Komentar Via Facebook :