Insiden Hilangnya Longboat di Perairan Kepulauan Ayau, Keluarga Meyakini Para Korban Masih Hidup

Insiden Hilangnya Longboat di Perairan Kepulauan Ayau, Keluarga Meyakini Para Korban Masih Hidup

Proses pencarian Longboat dan para korban yang hilang perairan Ayau dilakukan oleh Tim SAR Gabungan Yang terdiri dari Satpolairut Polres Raja Ampat,Satpol-PP dan Basarnas Pos Kota Waisai. foto : (Istimewa)

CYBER88 | Raja Ampat -- Insiden hilangnya satu unit Longboat yang berangkat dari Kota Waisai, Raja Ampat tujuan Kampung (Desa) Dorekar Distrik Kepulauan Ayau hingga hari ini masih dinyatakan hilang.

Longboat tersebut bermuatan empat orang, dua orang dewasa dan dua diantaranya masih anak-anak.Dua orang dewasa tersebut belakangan ini diketahui merupakan Pegawai di Satuan Polisi Pamongpraja (Pol-PP) di Kabupaten Raja Ampat.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, kedua orang dewasa itu yakni, Stenly Bastian Burdam dan Soldam Sauyai. Sementara kedua orang yang masih berusia kanak-kanak itu adalah anak daripada salah satu pegawai tersebut.

Baca Juga : Tim SAR Operasi Gabungan: Longboat yang Hilang di Kepulauan Ayau Diduga Kuat Terseret Arus ke Perairan Halmahera

Setelah insiden hilangnya Longboat itu, Pihak keluarga bersama tim SAR Gabungan melakukan pencarian selama lima hari namun belum juga menemui hasil atau tanda-tanda keberadaan Longboat dan para korban.

Terkait dengan upaya pencarian yang telah dilakukan Tim SAR Gabungan, Pihak keluarga korban memberikan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pencarian hilangnya Longboat dan para korban.

Yohanes Burdam,yang merupakan keluarga korban, Kepada sejumlah awak media di Kota Waisai, Rabu (20/7) hari kemarin menyatakan, upaya Tim SAR Operasi Gabungan sudah dilakukan dengan sistematis.

"Kami keluarga dan juga tim yang ada masih ada pengharapan bahwa mereka (para korban,-Red) masih hidup. Tapi persoalannya mereka hanyut dan terdampar di pulau mana, apakah pulau itu berpenghuni atau tidak, itu yang menjadi masalahnya", ungkap Yohanes Burdam.

Yohanes juga mengatakan, bahwa kondisi cuaca di lautan saat itu terjadi arus di permukaan air laut dan juga disertai dengan angin yang bertiup di arah timur. Pihak keluarga juga menduga Longboat yang gunakan itu salah mengambil arah sehingga keluar dari jalur menuju kampung Dorekar.

Selain itu, Yohanes menuturkan, bahwa Perahu yang digunakan para korban juga berukuran kecil, sehingga tidak menutup kemungkinan terbawah arus dan angin ke perairan Halmahera.

Kendati demikian, Dirinya menegaskan, semua upaya yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dan keluarga sudah maksimal dan sangat baik. Hingga hari ini pihak keluarga masih memiliki harapan, bahwa keempat orang tersebut masih hidup dan akan ditemukan pada waktunya.

Kata Yohanes, insiden hilangnya Longboat di perairan Ayau bukanlah kali pertama. Sebelumnya, lanjut dia, ada insiden yang serupa namun para korban ditemukan dalam kondisi selamat. Dengan kejadian-kejadian sebelumnya itulah sehingga keluarga meyakini para korban masih hidup.

Pernyataan serupa juga dituturkan oleh,  Mesak Mambraku, Sekretaris LMA Betew Kagdarun, yang juga merupakan keluarga dari dari salah satu korban,yakni Soldam Sauyai. 

Mesak menyatakan, proses pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan sudah optimal. Dikatakan, hingga hari ini, keluarga besar Sauyai belum berbelasungkawa.

Ia juga berharap dengan waktu yang tidak terlalu lama ini, ada harapan baru yang mana mempermudah proses pencarian para korban.

"Harapan kami, mudah-mudahan dengan pertolongan yang maha kuasa dalam waktu hari ini dan kedepan bisa ada harapan baru kami pihak keluarga untuk proses pencarian ini", tutup Mesak Mambraku. (A.M)

Komentar Via Facebook :