Yerry Berkomitmen Dukung Nikolaus Kondomo Jadi Gubernur Papua Selatan 

Yerry Berkomitmen Dukung Nikolaus Kondomo Jadi Gubernur Papua Selatan 

CYBER88 | Papua -- Dukungan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo, SH, MH., untuk menjabat Karteker atau Penjabat (Pj) Gubernur provinsi baru Papua Selatan terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat.

Kali ini, dukungan terhadap putra asli Papua Selatan, itu datang dari Yerry Basri Mark, SH., Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Wadah Generasi Anak Bangsa (LSM WGAB) Provinsi Papua.

Hal ini disampaikan saat Yerry bersama sejumlah awak media Bersilaturahmi secara tatap muka dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Papua diruangannya, Senin siang (25/7/22).

Dalam kesempatan tersebut, Yerry menyatakan berkomitmen mendukung penuh Nikolaus Kondomo sebagai Penjabat Gubernur Papua selatan. 

Yerry menilai, selain merupakan putra asli Papua Selatan, dimana ayah dan ibunya adalah asli dari Papua Selatan, dan tidak ada campuran dari daerah luar, sosok Nikolaus adalah figur yang tepat untuk diangkat Menjadi Penjabat Gubernur Papsel. 

"Sebagai wilayah provinsi baru, tentu membutuhkan seorang pemimpin yang berkarakter kuat, cerdas, disiplin, tegas, terbuka dan jujur adalah impian masyarakat kita," Ungkap Yerry.

Maka demikian, Yerry sangat berharap agar masyarakat Papua, khususnya diwilayah Provinsi Papua selatan dapat memberikan dukungan penuh bagi Nikolaus Kondomo, agar segera dalam waktu dekat ini bisa di lantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sebagai Penjabat Gubernur sementara. 

"Saya pribadi sangat cenderung terhadap Bapak Kajati Papua, sebab saya menilai beliau adalah pemimpin berkarakter yang diharapkan oleh masyarakat yang berani mengambil keputusan demi membela nasib rakyat dan pemimpin yang memiliki semangat seperti itu yang harus diberi amanah, sekaligus dukungan oleh masyarakat kita. 

Juga kita membutuhkan sistem budaya politik yang sehat dan partisipatif. Saya juga berpandangan orientasi organ-organ politik beliau akan mengacu pada kepentingan kesejahteraan masyarakat di wilayah Papua selatan tanpa terkecuali," ujar Yerri. 

Ia juga mengatakan, disaat seseorang direkomendasikan untuk memangku jabatan kepemimpinan, tentu tidak luput dari pro dan kontra, tetapi semuanya adalah dinamika politik yang mesti dipahami secara sadar, dan ini merujuk pada pengalaman kepemimpinan. 

"Masyarakat kita pasti menginginkan pemimpin yang bisa cepat melakukan perubahan dan mewujudkan mimpi mereka dalam kesetaraan dan kesejahteraan," cetus Yerri. 

Nikolaus Kondomo Lelaki jebolan Fakultas Hukum Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag), Semarang, Jawa Tengah ini terlihat ramah, santun dan penuh wibawa. Dalam komunikasi singkat bersama Ketua LSM, dirinya menguatarakan niatannya untuk menjadi Penjabat Nahkoda pertama yang bisa membawah Bahtera Provinsi Papua selatan dalam mengarungi samudera baru yang terbentang. 

Dirinya sadar, membangun sebuah provinsi baru tidak seperti membalik telapak tangan, tetapi jika masyarakat menghendaki dan Tuhan berkenan, ia akan membuktikan kepada Dunia arti sebuah kepercayaan. 

"Kegelisahan dan keresahan besar saya adalah, disaat melihat Negeri tercinta kita diobrak abrik oleh prilaku oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Yang mengabaikan harkat dan martabat mereka demi mengejar uang dan popularitas, dan memenjarakan kepentingan masyarakat dalam genggaman kuasa mereka. 

Beberapa diantara mereka sudah saya giring ke jeruji besi, sebab prilaku seperti inilah yang tidak akan membuat kita orang Papua keluar dari penderitaan dan kemiskinan," kata Nikolaus Kondomo. 

Lanjut Nikolaus, bahwa seorang pemimpin itu harus punya karakter, punya kredibilitas, ia harus menjadi inspirasi keteladanan dan mampu menumbuhkan harapan masyarakat. 

Pemimpin berkarakter tentu bukan sosok yang hanya mengandalkan pengalaman jabatan, jam terbang politik, dan deretan panjang aktivitas kemasyarakatan, tanpa catatan prestasi yang jelas dalam semua kiprahnya itu. 

Menurutnya, pemimpin berkarakter adalah pemimpin yang mampu membuat perubahan masa depan bagi masyarakatnya dan memperjuangkan perubahan itu dengan bertopang pada nilai-nilai masyarakatnya sendiri. 

Pria asal kota rusa itupun melanjutkan, di samping berkarakter, pemimpin juga diharapkan memiliki kredibilitas. Ini menyangkut komitmen, integritas, kejujuran, konsistensi dan keberanian seorang pemimpin untuk bertanggung jawab atas pilihannya. 

"Jelas semua hal soal kepemimpinan yang saya urai tadi, bukan membuat saya paham segalanya, tetapi itu menjadi dasar pijak saya sejak saya bergulat di dunia hukum. Kiranya bisa memberi kecerahan kepada Pemangku Kekuasaan dan juga masyarakat saya yang mungkin saja masih meragukan komitmen saya." Pungkas Kondomo. 

Mendengar suara hati dan tekad seorang Kajati Papua yang bercita-cita membangun daerahnya, Ketua LSM, Yerri Basri Mark, pun spontan menuturkan dukungannya kepada sosok yang dinilainya sangat tepat untuk menduduki jabatan sementara Gubernur Papua selatan. 

Yerri juga berharap agar, semua upaya dan usahanya dapat menjadi acuan bagi Bapak Menteri Dalam Negeri, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D.,  untuk seyogyanya melantik dan mengangat Nikolaus Kondomo, SH., MH., sebagai Penjabat Gubernur Papua selatan. Demi pelayanan dan pembangunan disegala bidang.

"Bapak Mendagri yang kami masyarakat Papua cintai, setelah membaca berita ini kiranya bisa dengan segera melantik Saudara Nikolaus Kondomo, yang kini masih aktif sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, untuk dilantik menjadi Penjabat Gubernur Papua selatan, mengingat tuntutan pembangunan provinsi baru yang butuh proses panjang, maka pelantikan harus segera dilaksanakan." Harap YBM. (Red)

Komentar Via Facebook :