Terkait Polemik Zonasi PPDB di SMAN 1 Margahayu, Ini Kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jabar Usai Kunjungan Khusus
CYBER88 | Bandung -- Buntut dari ramainya sejumlah pemberitaan terkait adanya dugaan rekayasa Zonasi pada saat PPDB, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya, melakukan kunjungan khusus ke SMAN 1 Margahayu Kabupaten Bandung, Selasa (26/7/2022)
Diberitakan sebelumnya, hasil pengumuman khusunya jalur zonasi PPDB 2022 di SMAN 1 Margahayu yang beralamat di Jln KH.Wahid Hasyim No 387 itu, menuai pertanyaan besar di kalangan msyarakat lantaran banyak calon peserta didik yang memiliki zonasi sama, sementara asal sekolah berbeda.
Tak hanya itu, masyarakat pun menilai, kurang adanya keterbukaan terkait pengumuman hasil PPDB di sekolah yang berada di atas lahan Pangkalan Angkatan Udara Lanud Sulaiman itu.
Pantauan Cyber88.co.id, kedatangan wakil ketua komisi V DPRD Provinsi itu, tanpa ada sambutan khusus dari kepala sekolah SMAN 1 Margahayu. Pertemuan berlangsung tertutup dengan penjagaan ketat security sekolah. Sejumlah awak media yang mencoba akan menyaksikan langsung hanya bisa menunggu di ruang tunggu.
Usai melakukan pertemuan dengan pihak sekolah, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jabar yang akrab disapa Gus Ahad ini mengatakan, bahwa pada prinsipnya sekolah ini khusus karna berada di lokasi tanah milik pangkalan TNI AU Lanud Sulaiman.
"Jadi ada kerjasama antara pihak sekolah SMAN1 Margahayu dengan pihak pangkalan TNI AU Lanud sulaiman yang pointnya anak kandung anggota TNI AU Lanud Sulaiman mendpat prioritas dan ada rekomendasi dari Danlanud," Ucap Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.
Menurutnya, Pertemuan hari ini dengan pihak sekolah, dihadiri Kepala Sekolah, Kepala KCD, dan panitia PPDB,
"Dari 192 murid SMAN 1 Margahayu yang di terima, 135 murid adalah dari anak kandung anggota TNI AU Lanud sulaiman dan rekomendasi dari kepala pangkalan lanud sulaiman," Ucap Gus Ahad sambil memperlihatkan surat perjanjian, yang berlaku tiap 5 tahun sekali untuk di perpanjang.
Terkait adanya titik zonasi yang sama yang menjadi pertanyaan masyarakat, kata Gus Ahad, kedepan akan menjadi perhatian khusus untuk dapat mencari solusi terbaik bagi masyarakat, apakah ditambah ruang kelas baru, atau dicarikan lokasi baru untuk sekolah SMUN 1 Margahayu. (Jay)


Komentar Via Facebook :