Diduga Adanya Rekasaya Zonasi dalam PPDB di SMAN 1 Margahayu, Sejumlah Orang Tua Kecewa

Transparansi PPDB di SMAN 1 Margahayu Dipertanyakan, Ini Kata Pengamat

Transparansi PPDB di SMAN 1 Margahayu Dipertanyakan, Ini Kata Pengamat

CYBER88 | Bandung -- Pendaftaran Penerimaan peserta didik (PPDB) 2022 untuk tingkat SMA hari ini jumat 8 juli 2022 telah diumumkan melalui situs resmi PPDB Jabar. Semua pendaftar bisa mengakses hasil seleksi pendaftaran melalui website PPDB di https://ppdb.disdik.jabarprov.go.id.

Diumumkannya hasil seleksi PPDB ini cukup menggembirakan bagi calon peserta didik yang namanya tercantum di dalam List, lantaran sudah pasti bisa bersekolah di sekolah yang diinginkan. Namun, banyak juga sejumlah calon peserta didik yang namanya tidak tercantum merasa kecewa. 

Seperti hasil yang sudah diumumkan melalui situs resmi SMAN 1 Margahayu Kabupaten Bandung untuk jalur Zonasi, titik kordinat jarak yang ditentukan SMAN 1 Margahayu adalah 416,183 m untuk jarak terjauh, dengan penempatan kuota sebanyak 194 siswa siswi. 

Namun ada kejanggalan dalam pengumuman hasil tersebut. Para orang tua siswa yang anaknya tidak lolos menemukan adanya 44 siswa siswi dengan titik Zonasinya sama yaitu 114,136, sebanyak 21 orang dan 120.646, sebanyak  6 orang, 142.421, ada 2 orang 155.221, 4 orang,158.688 3 orang, 169.444 ada 8 orang.

Hal ini menjadi pertanyaan besar bagi sejumlah orang tua yang anaknya tak lolos meski rumahnya dekat dengan sekolah tersebut. Mereka pun menduga adanya rekayasa yang dilakukan oleh pihak panitia dalam penentuan melaporkan titik Zonasi pada system yang dibuat oleh Dinas Pendidikan.

Seperti disampaikan AS, salah satu orang tua murid yang anaknya tidak diterima di SMAN 1 Margahayu karna jaraknya sekitar 530 meter. Ia sangat menyayangkan dengan ditemukannya jarak yang sama dan titik kordinatnya. 

“Apakah rumah siswa siswi tersebut satu atap? atau mungkin ada dugaan itu adalah zonasi fiktif dengan temuan beberapa titik yang sama ini?, Heran AS di kediamnnya, “Jum’at (8/7/2022).

“Saya hanya bisa menduga saja, tidak bisa apa apa semoga dengan saya memberikan informasi kepada media cyber88 bisa lebih membuka wawasan saya tentang informasi ketentuan zonasi yang ada di wilayah tempat dimana saya tinggal,” tuturnya. 

AS juga mengungkapkan, saat dirinya mendatangi pihak panitia PPDB di SMAN 1 Margahayu, sebelum pengumuman, salah satu panitia tidak memberikan penjelasan secara terbuka terkait dugaan adanya rekayasa Zonasi.

Berdasarkan penelusuran Cyber88.co.id di Website, memang benar adanya sejumlah nama calon peserta didik yang Zonasinya sama, tetapi berasal dari SMP yang berbeda.

Salah satunya, no pendaftaran 20206044-9-200094 atas nama inisial ASM asal sekolah SMP 1 Katapang, titik koordinat zonasinya sama dengan no pendaftaran 20206127-9-200061 atas nama NG asal sekolah SMPN 1 Soreang yakni, 114,136

Adanya dua nama calon peserta didik asal SMP diluar Kecamatan Margahayu, ini makin menguatkan kecurigaan para orang tua siswa yang anaknya tak lolos dan berdomisili tak jauh dari SMAN 1 Margahayu.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Margahayu sulit untuk ditemui bahkan sampai hari ini senin 11 juli 2022. Para orang tua hanya dilayani oleh Security.

Menyikapi hal ini, Maktal Nugraha, pengamat pendidikan mengungkapkan bahwa terkait PPDB yang selalu menjadi Polemik setiap tahunnya, baik di tingkat SMP maupun SMA.

Menurutnya, itu kerap terjadi lantaran masih belum terjadinya padu padan yang baik antara penerimaan PPDB dengan sistem Informasi yang disampaikan kepada para siswa.

"Informasi, tidak terlalu transparan dalam penetapannya.Informasi, tidak disampaikan secara gamblang kepada orang tua maupun siswa," Kata Maktar.

"Contohnya yang terjadi di SMA 1 Margahayu yang menjadi sebuah pertanyaan besar bagi para orangtua terutama yang terkait dengan masalah zonasi," lanjut dia.

Bahwa dari zonasi yang sudah ditetapkan sekitar 400-an ternyata ada 100 siswa diterima. Sementara yang masih ada sekitar 44 orang tidak diterima. Inilah yang menjadi pertanyaan besar. 

Gimana kalau kita Berpikir positif kemungkinan besar pendaftar yang ada dalam zonasi itu melebihi dari 194 orang siswa. Hanya, yang tidak diterima ternyata jaraknya sangat dekat barangkali, seharusnya dibuat sebuah Pengumuman atau sebuah transparansi data, dimana bisa dibuatkan sebuah list dari jarak sedekat sampai jarak terjauh dari siswa yang mendaftar.

Sehingga, berdasarkan itu, akan ketahuan saya ada dalam posisi ke berapa dari jarak tempuh yang ada di SMA 1 tersebut. Apabila ini tidak dilakukan, maka akan timbul praduga terjadi pengalihan kuota yang seharusnya diisi oleh yang lebih dekat, malah diisi siswa yang lebih jauh.

Hal inilah yang akan menimbulkan sebuah prediksi negatif bahwa SMA 1 Margahayu melakukan tebang Pilih," Ujar dia. 

Menurut dia, hal ini sudah menjadi rahasia umum, bahwa dalam setiap proses PPDB ada jalan-jalan lain yang bisa ditempuh seperti, sebuah rekayasa akademik, rekayasa prestasi maupun rekayasa Zonasi

Kata dia, idealnya, panitia PPDB di SMAN 1 Margahayu ini bisa menyampaikan list-nya daftar siswa yang mendaftar dalam zonasi tersebut. Nomor satu dekat Siapa yang terjauh siapa?

Kalau hal ini tidak dilakukan, jangan heran ketika terjadi prasangka adanya jual beli dan transaksi dalam proses PPDB. Dan Itulah efek dari ketidakpercayaan dalam proses PPDB," Pungkasnya. (Red)

Komentar Via Facebook :