Jalan Trans Papua Rusak Parah, Banyak Truk Terbalik

Jalan Trans Papua Rusak Parah, Banyak Truk Terbalik

CYBER88 | Papua – Prioritas pembangunan Trans Papua sampai dengan 2024 adalah penuntasan Ruas Jayapura-Wamena sebagai koridor logistik wilayah di Pegunungan, dan Koridor Manokwari-Mameh-Windesi-Kampung Muri-Kwatisore-Batas Papua.

Proyek Jalan Trans Papua yang dicanangkan sepanjang 3.462 km masih menyisakan 183 km yang belum tembus. Sepanjang 1.647 km sudah dalam kondisi teraspal yaitu 977 km di Papua, dan 670 km di Papua Barat.

Kondisi jalan Trans Papua, yang belum teraspal di pertigaan Welarek Kabupaten Yalimo nampak rusak parah dan sangat memprihatinkan. 

Hal ini pun mendapat sorotan dari Yerry Basri Mak SH, Ketua LSM WGAB Provinsi Papua yang meminta kepada balai besar Wamena untuk segera memperbaki jalan Wamena jayapura pertigaan Welarek Kabupaten Yalimo.

Saya selaku Ketua LSM menyampaikan aspirasi masyarakat agar jalan Wamena Jayapura segera diperbaiki,” Ucap Yerry.

Yerry menyebut, jalan pertigaan Welarek Kabupaten Yalimo sangat rusak parah sekali sampai banyak kendaran roda empat yang terbalik sampai bisa bermalam semingu di jalan tersebut.

Menurut dia, jalan Wamena Jayapura ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk kebutuhan ekonomi karena masyarakat belanja barang sembako dari Jayapura di bawa ke Wamena. 

"Dengan kondisi jalan yang mengalami kerusakan yang sangat parah sekali membuat roda perekonomian di daerah Wamena harga barang mengalami kenaikan. Tentu ada juga kerugian yang harus diterima ketika harus setiap saat melewati jalanan tersebut, yaitu perjalanan terhambat, menjadi lambat sampai ke tujuan,” Jelas Yerry.

Bahkan ada juga kendaraan yang terbalik, karena terperosok masuk ke dalam lubang. Kerugian ini akan terus di rasakan selama jalan yang di lewati ini masih rusak,” Imbuhnya.

“Sampai kapan jalan ini akan mudah untuk dilewati? Hendaknya dalam mengatasi masalah ini, bisa dilakukan lebih cepat, agar masyarakat tidak terus mengalami kerugian,” Cetus yerry. 

Sebelumnya, Kepala Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) melalui sambungan selulernya mengatakan kondisi lapangan yang terus diguyur hujan, menyebabkan pekerjaan baru dapat dilakukan sebagian.

Ia pun menjelaskan hal ini terjadi karena kondisi curah hujan yang  cukup tinggi dibulan juli mengakibatkan jalan semakin rusak,

"Diperparah lagi dengan  muatan kendaraan (Dump truk) melebihi kapasitas normal, bahkan rata-rata sampai 7 ton, sementara jalan yg harus dipelihara sepanjang 75 km  dgn kapasitas alat yg terbatas

Untuk  saat ini lokasi yg rusak berat berada dilokasi paket pembangunan jalan Elelim - Mamberamo 3 (myc) dan Pembangunan Jalan Elelim - Mamberamo 4 dan 2 paket tersebut baru terkontrak, sehingga diharapkan perbaikan jalan di lokasi tersebut dapat lebih baik,” tutup kasatker. (Red)

Komentar Via Facebook :