Arsyad : Anggaran Otsus Provinsi Papua Barat di Tahun 2022 ini diketahui menyentuh angka Triliunan Rupiah
Ketua CIC Provinsi Papua Barat Dorong Dana Otonomi Khusus Tepat Sasaran
Arsyad (kanan) merupakan Aktivis dan Ketua CIC (Corruption Investigation committe) Provinsi Papua Barat. (foto ist)
CYBER88 I JAKARTA - Ketua CIC ( Corruption Investigation committe) Provinsi Papua Barat, Arsyad yang dikenal sebagai Aktivis juga Ketua Laskar Merah Putih, meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Papua Barat, transparan dalam penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus).
Anggaran Otsus Provinsi Papua Barat di tahun 2022 ini diketahui menyentuh angka hingga Triliunan rupiah.
"Transparan agar pengembangan pembangunan dapat diketahui khalayak, khususnya masyarakat Papua Barat" ujarnya, Minggu (30/10/2022).
Lebih lanjut, Arsyad menyebutkan, pembangunan kesehatan dan pendidikan harus menjadi skala prioritas pemerintah, mengingat fasilitas sarana dan prasarana di bidang tersebut masih dinilai minim.
"Sarana sekolah gedung SD, SMP, SMA/K, milik pemerintah masih sangat kurang, bahkan minim atau belum memadai termasuk tenaga pengajar pendidiknya" ucapnya
Sedangkan dibidang kesehatan, Arsyad melihat tenaga kesehatan masih tergolong minim dan masih banyak masyarakat yang belum bisa mendapatkan pelayanan medis akibat kurangnya para dokter juga tenaga kesehatan di setiap unit maupun layanan kesehatan yang ada di Papua Barat.
"Tenaga Dokter Spesialis sangat dibutuhkan, kendala rekruitmen tenaga medis ini semestinya pemerintah Provinsi Papua Barat menggelontorkan anggaran untuk mengatasi kendala tersebut" ungkapnya
Ia menilai, bila pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama Pemda, maka akan berdampak positif bagi pembangunan SDM untuk kedepannya.
Ketua CIC Papua Barat mengaku siap dalam mendukung dan mengawal program pembangunan yang dimiliki oleh Provinsi Papua Barat, hal tersebut guna mewujudkan peningkatan pembangunan yang merata di wilayah Papua Barat.
"Kita siap dan mendukung pemerintah. Supaya pembangunan yang dilakukan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di Papua Barat" harapnya.


Komentar Via Facebook :