Erson Parlindungan Manurung Tewas Diujung Badik Rezky Nabil Aditiya

Erson Parlindungan Manurung Tewas Diujung Badik Rezky Nabil Aditiya

CYBER88 | INHU - Malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih, begitulah ungkapan bagi Erson Parlindungan Manurung (40) warga simpang kulim cabang tujuh Rt004/Rw002 Kelurahan pangkalan kasai, Kecamatan Seberida, kabupaten Indragiri Hulu,Riau. yang meregang nyawa dalam kondisi tusukan belati yang menancap diantara tulang rusuk dan ketiak.

Suami dari Julinar Sitanggang dan ayah dari tujuh anak ini tewas dengan luka tusuk pada bagian rusuk kiri, bawah ketiak atau bagian dada samping oleh pelaku Rezky nabil aditiya (18) warga jalan lintas timur Kulim delapan (8) Kelurahan Pangkalan Kasai l, Kecamatan Seberida Inhu. 

Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, Korban Erson mendatangi rumah pelaku dikarenakan pelaku ada permasalahan dengan Silalahi kawan korban yang juga bersebelahan dengan kontrakan sipelaku.

kala itu, terdengar suara cekcok antara sikorban dan sipelaku. ribut mulut pun antara keduanya tak terkendali hingga terjadi penikaman kata sumber yang tidak mau namanya ditulis.

Kapolres Inhu AKBP Bachtiar Alpinso S.I.K melalui Kasubsi Penmas Humas Polres Inhu AIPDA Misran Wirabima saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

"Insiden berdarah itu terjadi pada hari Kamis, (17/11/22) sekira pukul 23.00 Wib. Korban Erson ditusuk pelaku bernama Rezky dengan kondisi yang cukup parah. Kejadian bermula pada hari Kamis  sekira pukul 23.00 WIB. Korban Erson dalam keadaan mabuk mendatangi tempat pelaku di rumah kontrakannya tempatnya di ruang tamu, tepatnya di Kulim VIII RT 004/ RW 002 kel.Pangkalan Kasai kec Siberida, Indragiri Hulu. Pada waktu itu juga pelaku kebetulan sedang berada dirumah sepulang dari memancing ikan. Kemudian terjadi cekcok mulut lalu korban menampar muka pelaku. lalu pelaku mengatakan apa salah saya kok saya ditampar, lalu korban menamparnya lagi sambil mengatakan kamu sok jago. Mendengar hal tersebut degan secara spontan pelaku mencabut sebilah pisau yang kebetulan ada diselip dipinggang nya, kemudian pelaku menusukkannya ke bagian rusuk sebelah kiri di bawah ketiak korban. Setelah itu korban keluar dan dibawa rekannya kerumah sakit. Setelah itu pelaku pergi keluar rumah untuk sembunyi," terang Misran sabtu (19/11/22) sore.

Lalu, tambah Misran bahwa keesokan hari di pagi hari tepatnya hari Jumat (18/11/22), sekira pukul 09.00 WIB pelaku menelpon ibunya, lalu ibunya menyarankan untuk menyerahkan diri ke Polsek Seberida. Pada waktu itu juga ibu pelaku tersebut menghubungi kanit Res. Ipda Adam Malik dan waktu itu juga pelaku di jemput petugas di tempat persembunyiannya dan dilakukan penangkapan dan pelaku telah diamankan. 

Untuk barang bukti sebilah pisau pelaku mengatakan telah membuangnya ke sungai yang ada di dekat jembatan putihan belilas.

Sedangkan motif pelaku melakukan pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia adalah 
faktor sakit hati atau emosi karena pelaku menampar korban.

Setelah kejadian penusukan pada malam tersebut, Anggota Polsek telah ke tempat kejadian perkara untuk olah TKP untuk melihat korban di puskesmas Belilas, dan di rujuk ke RSUD Indrasari Pematang Reba untuk dilakukan perawatan intensif, namun malang, sekira pukul 05.30 Wib korban tidak bisa terselamatkan dan meninggal dunia kata Misran.

Hingga saat ini, pihak korban belum bisa dikonfirmasi karena masih dalam keadaan berkabung selesai dari pemakaman korban

Namun diduga baik anak korban dan keluarga besar almarhum belum mengetahui motif dari kejadian penusukan tersebut. 

Komentar Via Facebook :