Wabup Cirebon: Jasanya Berdampak Luas, Guru Layak Menyandang Gelar Pahlawan

Wabup Cirebon: Jasanya Berdampak Luas, Guru Layak Menyandang Gelar Pahlawan

CYBER88 I Cirebon - Wakil Bupati Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si mengikuti rangkaian Hari Ulang Tahun Guru Nasional (HGN) dan Hari ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT-PGRI) ke-77 dengan mengikuti jalan santai.. Acara di selenggarakan di Stadion Rangga Jati yang beralamat di Jln  Sunan Malik Ibrahim Sumber Komplek Pemerintahan Kabupaten Cirebon, Rabu 23/11/22.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Cirebon yang akrab disapa Bunda Ayu mengatakan, jika di lihat dari UU No. 14 Tahun 2005 guru adalah merupakan pendidik profesional dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

"Guru memiliki tugas yang sangat mulya, pasalnya guru mendidik anak-anak dari ketertinggalan menjadi generasi emas yang memiliki leadership berwawasan, bahkan karena peran gurulah ada yang menjadi Presiden kepala darah, ASN, TNI, Polri dan Swasta, bahkan nasib pendidikan anak-anak kita kedepan berada di tangan guru," tutur Ayu

Untuk itu dengan adanya peringatan HGN dan PGRI ini, saya sangat mengapresiasi untuk menempatkan guru sebagai sosok yang terhormat, dan sangat pantas jika guru itu disebut sebagai pahlawan (HERO), karena jasanya berdampak luas berkelanjutan dan berkesinambungan bagi kemajuan Bangsa.

Hanya saja gelar kepahlawananya tidak disematkan dalam bentuk lencana kepada individu sebagai bentuk tanda jasa dan kehormatan, sehingga guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa (unsung heroes), namun bagi saya pribadi, guru adalah Pahlawanku, karena jasa beliaulah, saya bisa terpilih menjadi Wakil Bupati.

 "Bukti tanda jasa guru, kita bisa hidup sukses meraih berbagai prestasi di dunia, semua ini berkat jasa guru, gurulah yang dapat mencerdaskan anak Bangsa dan menjadikan Bangsa ini maju oleh mantan anak-anak didiknya," ujar Ayu.

Lebih lanjut Bunda Ayu mengatakan, pihaknya berharap, dalam ruang lingkup sekolah terhadap anak harus ada pangawasan melekat (panwaskat) secara emosional kedekatan hati, agar anak-anak tidak terjebak oleh pergaulan bebas yang membahayakan, seperti kenakalan remaja, narkoba, miras, tawuran yang seringkali terjadi pada anak-anak, karena masa anak-anak adalah masa dimana mereka sedang mencari jati dirinya (looking for identity), sehingga serba ingin tau dan mencoba hal-hal yang bisa membahayakan dirinya.

"Di masa seperti inilah peran guru di sekolah dan peran orang tua di rumah untuk selalu mengarahkan anak pada hal-hal yang positif untuk membangun SDM yang memiliki muatan positif, kreatif, inovatif dan berkarakter yang mampu menjawab segala tantangan dalam mengadapi era literasi digital, yang tentunya disesuaikan dengan bakat anak," pesan Bunda Ayu.

Peran guru dan orang tua dalam mendidik anak tentunya tidak bisa dipisahkan, karena keduanya memiliki peran yang sama-sama penting dalam membentuk anak yang berahlak (who have character) menuju masa depan anak yang cemerlang (brilliant)

"Karena masa depan Bangsa, khususnya estafet kepemimpinan dari tingkat Nasional dan daerah akan berada di pundak generasi sekarang, untuk itu pendidikan oleh guru dan orang tua di harapkan dapat melahirkan generasi emas (golden generation) berprestasi yang sangat diharapkan bagi masa depan Bangsa ini," tutupnya.

Komentar Via Facebook :