Bandar Narkotika Jaringan Internasional Ditangkap Setelah 9 Bulan Buron

Bandar Narkotika Jaringan Internasional Ditangkap Setelah 9 Bulan Buron

CYBER88 | Pekanbaru - Polresta Pekanbaru mengungkap peredaran narkoba jaringan internasional. Uang tunai sebesar Rp 3,2 Miliar turut disita dari tangan pelaku.

Pelaku berinisial RAM merupakan bandar narkoba jaringan internasional dibekuk Satres Narkoba Polresta Pekanbaru di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, pada Selasa (15/11). Dari tangan pelaku, polisi menyita uang miliaran rupiah.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Pria Budi, mengatakan kasus peredaran narkoba jaringan internasional terungkap berdasarkan hasil pengembangan dari kasus narkoba yang berhasil diungkap pada enam bulan lalu.

"Dari tangan pelaku, kita mengamankan uang tunai Rp 3,2 miliar, satu unit Honda Civic Turbo," ujar Kombes Pol Pria Budi, Senin (28/11).

Pria Budi menyebut bahwa uang tersebut merupakan hasil dari serangkaian transaksi narkoba yang terjadi sejak 2021.

"Uang ini berkaitan serangkaian pengungkapan narkoba sebelumnya. Uang ini ditemukan di rumah pelaku RAM di Mandau. Ini masih dikembangkan terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU)," terangnya.

Selain RAM, Satres Narkoba Polresta Pekanbaru juga sedang melakukan pengejaran terhadap satu orang pelaku berinisial R.

"Jadi pengungkapan sebelumnya (6 bulan lalu, red) bosnya pelaku RAM. Pelaku RAM ini merupakan bandar internasional.  Tersangka ini merupakan buronan yang selama ini kita cari selama lebih kurang 9 bulan lalu, terkait kasus peredaran 44.985 butir pil ektasi serta 4 kilogram narkotika jenis sabu serta 3.202 butir happy Five, dengan tersangka masing-masing berinisial RP (21) dan  AA (21),” kata Kapolresta Pekanbaru, Senin (28/11/22).

Selain uang tunai, tambah Kapolresta Pekanbaru, petugas juga berhasil mengamankan beberapa buku tabungan serta hp milik tersangka. terang Pria Budi.

"Uang Rp 3,2 Miliar ini apakah hasil penjualan narkoba atau uang pembayaran narkoba yang sudah dibeli masih kita kembangkan," lanjutnya.

Sementara pelaku RAM dijerat Pasal 114 Ayat 2 atau Pasal 112 Ayat 2 Jo 132 UU RI No. 35 tahun 2009. RAM juga disangkakan sudah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan Pasal 345 UU RI No. 8 tahun 2010. (Red/Bryan J Tino).  **

Komentar Via Facebook :