Kelompok Musik Saratus Persen Gelar Mini Konser Dengan Tema Saratus Persen Combo Harmonic
CYBER88 | Kota Bandung - Perkembangan musik kolaborasi atau yang biasa disapa dengan istilah “world music” saat ini mulai diminati dan diperbincangkan, meskipun masih tergolong minoritas, namun semakin banyak saja kreator musik, penikmat musik, event organizer, dan instansi dalam dan luar negeri menggandeng musik jenis ini untuk ditampilkan pada kalender event nya.
Beberapa alasan masuk akal yaitu, mungkin selain karena unik dan memberikan warna yang berbeda, juga kerena musik kolaborasi gamelan pada masa sekarang ini memang sudah sangat jauh berkembang,dalam eksplorasinya dan tidak lagi bersifat segmented dalam acara-acara tertentu saja seperti pagelaran atau festival.
Seperti grup musik etnik kolaborasi yang tergabung dalam saratuspersen ini, band asal Bandung yang selain memang unik, tetapi juga cukup menyegarkan mata dan telinga bagi sebagian penikmat musik yang mungkin menginginkan suasana berbeda.
saratuspersen adalah kelompok musik kolaborasi multietnik, yang menggunakan gaya dan genre musik Timur dan Barat secara umum yang merepresentasikan semangat pluralisme dan universalisme.
Saratus persen disebut juga sebagai kelompok world music karena di dalamnya
merepresentasikan aspek-aspek dari berbagai musik etnik tetapi dengan konsep yang berbeda sehingga menghasilkan musik 'baru'.
Nama “saratuspersen” adalah nama dalam bahasa Sunda, yang dalam bahasa
Indonesia sama dengan seratuspersen atau one hundred percent dalam bahasa inggris,Nama tersebut diambil dengan dasar filosofis konsep totalitas. Kelompok world music.
Ditemui media cyber88 jumat 9/12/2022 Kang IPO KASEP sapaan akrabnya menuturkan saratuspersen awal didirikan pada 15 Desember 1999, oleh 2 mahasiswa di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI)
Bandung yang sekarang menjadi (ISBI) INSTITUT SENI BUDAYA INDONESIA yang Beralamat di jln BUAH BATU 212 dimotori oleh Rusli 'uli' Kustaman dan Airik Luqman (tatooz) , seiring berjalannya waktu tepatnya tanggal 1 september 2001 dan sampai kini
saratuspersen memiliki jumlah personil sebanyak 12 orang: Rusli Kustaman (drum), Airik Luqkmanul Hakim (bass), Muhamad Iman Ipo (kendang), Iwan Darwiansyah Iwenk (djembe – vocal ) Ganjar Purnama (percussion) Uman Stya, Ihwanudin Togar, Vio Kharisma , Ade Sopian, Moh Febri (trombone), Rivan (Violin), Erik Chandra (Saxophone).
Adapun alat yang digunakan oleh kelompok world music saratuspersen, diantaranya: Drum set, Kendang, Bongo, Djembe, Suling, Pamade, Kantil, Guitar, Bass,Tembales, Percussion, Violin,Trombone, Trumpet, punkas nya


Komentar Via Facebook :