Bacaan, Jendela Informasi Dunia
Ilustrasi, buku "Seandainya Saya Jurnalis Tempo" cetakan kedua, Mei 1997,.
CYBER88 – "Cerita feature adalah artikel yang kreatif, kadang subjektif, yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan, atau aspek kehidupan."
Paragraf dengan rangkaian kata dan kalimat seperti itu saya temukan dan saya baca di halaman 9, dalam sebuah buku berjudul "Seandainya Saya Wartawan Tempo," Cetakan Kedua, Mei 1997, yang diterbitkan oleh ISAI (Institut Studi Arus Informasi) dan Yayasan Alumni TEMPO.
Itu adalah satu dari beberapa buku yang tetap saya pertahankan agar berada di tangan saya, dan ribuan buku lainnya dari perpustakaan milik pribadi saya hibahkan kepada seorang kawan yang saya percaya bahwa dia bisa merawat buku-buku itu, agar dapat bermanfaat dan berguna di lingkungan tempat tinggalnya.
Tapi kenyataannya tidak seperti yang saya harapkan.
Sebab, terakhir kali saya mendapat kabar bahwa kawan saya itu sudah tidak bertempat tinggal di situ lagi.
Yang paling mengejutkan adalah: dia sudah berpisah dengan istrinya – keluarganya yang dulu saya kenal sangat harmonis, sekarang bercerai-berai entah kemana?
Uuuuuuuuuuupst.....!!!
Keluarganya saja bisa bercerai-berai seperti itu apalagi ribuan buku yang pernah saya hibahkan kepadanya?
Tapi, sudahlah.......
Saya sudah tidak memikirkan bagaimana nasib dan keberadaan ribuan buku itu?
Yang penting bukan karena alasan buku-buku itu kemudian keharmonisan rumah tangganya jadi terganggu dan belingsatan tak jelas lagi entah kemana?
Sebagai bacaan, buku-buku itu tetap akan menjadi jendela informasi dunia – dimanapun buku-buku itu berada.
Dan barangsiapa yang tidak pernah membaca buku, maka ia tidak pernah punya jendela untuk mengetahui informasi tentang dunia.


Komentar Via Facebook :