Mantan Napi Teroris di Banyumas Mengikuti Silaturrahmi Kebangsaan
CYBER88 | Cilacap – Mantan Napi Teroris asal Kabupaten Banyumas, bertemu dengan Bupati Banyumas, Achmad Husein dan Ketua DPRD Budi Setiawan saat di gelar Silaturohmi Kebangsaan di Ruang Rapat DPRD, Senin (19/12/2022).
Dua orang mantan Napiter yang hadir dalam Silaturohmi Kebangsaan yaitu Kholis (40) alias Abu Juni asal Ciberem Sumbang Banyumas dan Sidiq (38) asal Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas.
Eks Napiter itu mengaku senang bisa bertemu dengan berbagai pihak untuk bersinergi dalam hal pembinaan. "Jujur kami sangat membutuhkan pendampingan kewirausahaan mandiri. Karena mungkin kalau melamar kerja agak sulit," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Eks Napiter Kholis menyatakan pengalamannya selama menjadi kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Kolis bercerita dari awal dirinya ikut kelompok berhaluan radikal hingga dirinya sadar dan kembali ke NKRI.
Kholis bercerita awalnya mencari pemahaman tentang Islam dan agama kepada orangtuanya.Namun dirinya tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lalu dia mencari pemahanan tentang agama dari pihak luar dan akhirnya bertemu dengan kelompok radikal dan pergi ke Jakarta.
Sejak tahun 2010 hingga 2015 dia ikut dalam kelompok tersebut hingga akhirnya ditawarkan pergi ke negara Suriah. Setelah membuat paspor dia kemudian berangkat ke Poso 2015 ke Sulawesi Tengah di Palu untuk melakukan serangkaian agenda disana hingga akhirnya di tangkap polisi.
"Saya divonis 4,3 Tahun di Jakarta Utara pada 19 Januari 2016 tepatnya paska bom Tamrin. Kemudian dipindah di lapas Kupang. Selesai masa tahanan pada 2020 saat awal Covid," jelasnya.
Ia bercerita kelompok sepertinya di Banyumas masih ada dan bergerak di 'bawah tanah'. "Saya tahu kelompok seperti itu masih ada tetapi bawah tanah dan itu masih aktif sampai sekarang dan orangnya itu-itu saja," katanya.
Dalam silaturahminya itu Eks-Napiter ingin hidup berdampingan. Ia mengatakan pimpinan pusat ada di Suriah. Adapun sasaran yang menjadi sasaran adalah seperti Singgasana Tohut yaitu kekuasaan yang tidak sesuai hukum Islam. Sementara tentara dan polri dianggapnya adalah pendukungnya.
"Tidak menutup kemungkinan TNI akan dihajar juga. Doktrin itu masih ada, Tapi saya sudah keluar karena merasa ada yang tidak benar, Saya ingin bersinergi antara kami dengan Pemda bila memang ada sesuatu hal bisa saling tukar pikiran," katanya.
Sementara itu Napiter Sidiq (38) saat ini telah menjadi pengusaha sukses. "Saya berpesan agar rekan-rekan yang masih betahan agar segera bertobat," ujarnya.
Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan Forum ini adalah sarana bertukar pikiran sehingga permasalahan yang lalu tidak akan terjadi. "NKRI itu dengan berasaskan pancasila, kalau saya amati hidup di indonesia sangat nyaman dan nikmat.
Dari sisi geografis dan suasana alamnya. Dari segi pemerintahan juga sangat demokratis. Saya dari Desa terpencil bisa jadi bupati. Artinya siapa saja bisa jadi bupati," imbuhnya. Bupati mengatakan semua warga berhak menjadi apapun di negara ini termasuk eks napiter. (Mardianto)


Komentar Via Facebook :