Hasil Musrenbang Kecamatan Cimahi, 121 Usulan dari 5 Bidang Prioritaskan Pembngunan Fisik

Hasil Musrenbang Kecamatan Cimahi, 121 Usulan dari 5 Bidang Prioritaskan Pembngunan Fisik

CYBER88  | Cimahi – FGD Musyawarah Rencana Pembangunan  (Musrenbang) Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat, berhasil merumuskan 121 program usulan dari seluruh bidang infrastruktur, sosial, pemerintahan, ekonomi, dan budaya yang akan dibawa di Musrenbang tingkat kota.

Camat Cimahi Utara, Taufik sebagai penanggung jawab dan sebagai pelaksana menggelar FGD Musrenbang di Aula Kantor Kecamatan  Cimahi Utara, Rabu (25/1/2023).

Saat diwawancarai, Taufik mengatakan bahwa baru saja ada hasil daripada perjuangan dari seluruh delegasi dengan 25 usulan bidang fisik, 25 usulan bidang pemerintahan, 24 usulan bidang ekonomi, 25 usulan bidang sosial, dan 22 usulan bidang budaya yang akan diupayakan ke tingkat kota.

“Untuk prioritas, kita tekankan dibidang fisik, karena bidang fisik akan merubah wajah Kota Cimahi terlihat lebih baik kedepan. Sebab usulan itu terbanyak di fisik, ini yang dinantikan oleh masyarakat supaya ada perubahan wajah baru di Kota Cimahi setiap wilayah,” ucapnya.

Ia menambahkan, “Prioritasnya nanti akan kita bacakan perprogram kegiatanya dan kita sampaikan oleh delegasi masing-masing, mudah-mudahan saja uraian program kegiatan ini sesuai dengan usulan masyarakat. Tapi kalau di setiap wilayah kegiatan yang berbasis masyarakat yang diperlukan.”

Menurutnya, yang diprirotaskan itu untuk Cimahi Utara seperti di Kelurahan Cipageran, ada Eco Wisata Cimenteng ingin direvitalisasi jadi supaya nanti bisa menyerap kunjungan wisatawan. Harapan kedepannya, Cipageran lebih tertata dalam pengembangan potensinya.

Kemudian di Kelurahan Pasirkaliki juga ingin membangun kantor kelurahan sebagai prioritas utama, karena kantor yang sekarang tanahnya milik Jasa Marga, bukan milik Kota Cimahi. Hal ini diprioritaskan sebab sudah diusulkan beberapa kali.

“Harapannya nantinya untuk usulan lahan kantor kelurahan ini bisa terealiasi, karena kendalanya saat ini adalah mahalnya harga tanah. Mugkin kurang cukup dan mampunya anggaran pembelanjaan kota ini menjadi kendala dalam pembangunannya. Semoga ada wakaf, mudah-mudahan juga kita dapat mengakses lahan AURI, karena disitu cukup luas supaya peta 76 itu bisa digunakan sebagai lahan kantor, selama pihak Jasa Marga tidak mempermasalahkan dan keberatan untuk digunakan dalam waktu yang tidak ditentukan,” tandasnya.

Komentar Via Facebook :