Single Mommy: Potret Perempuan Yang Berjuang Untuk Anak-anaknya
CYBER88 | Jakarta - Ada pepatah bijak yang mengatakan: "Jika bukan karena harapan maka seorang ibu tidak akan sudi untuk melahirkan anak-anaknya."
Namun seiring dengan terus berjalannya kehidupan, harapan seringkali harus terbanting-banting dengan kenyataan hidup yang kerap melenyapkan harapan demi harapan, yang ada dalam benak kebanyakan perempuan. Minggu, (05/02/23).
Sebut saja namanya Tien -- sudah tidak muda lagi -- seorang single mommy yang kini berusia 58 tahun.
Sosok perempuan yang masih meninggalkan guratan wajah cantik di usia senjanya ini menceritakan kepada Cyber88 tentang perjuangannya membesarkan anak-anaknya seorang diri.
Menuju ke kehidupan hari tuanya, bahtera pernikahannya dengan sosok lelaki pilihannya harus kandas di tengah perjalanan kehidupan 14 tahun yang lalu.
Kehadiran orang ketiga yang tidak diinginkan menjadi alasannya.
Tien memilih meninggalkan lelaki yang pernah menjadi pilihan hatinya, dan membawa 2 orang buah hati hasil pernikahannya itu, hingga saat sekarang ini.
14 tahun berjuang seorang diri membesarkan dan memberi pendidikan yang pantas kepada anak-anaknya tanpa bantuan suplai keuangan dari mantan suaminya.
Kini kedua buah hati Tien sudah menyelesaikan kuliahnya, sudah memiliki pengalaman di luar negeri dari tempat kerjanya, bahkan Tien pernah diajak keliling Eropa oleh salah satu buah hatinya.
Kini kedua anaknya sedang merintis usaha keluarga di sektor kuliner.
"Tidak mudah menyandang status janda, Bang..... Selain harus berjuang seorang diri untuk menghidupi keluarga dan menjamin masa depan anak-anak, juga harus tahan telinga dengan omongan orang yang cuma bisa ngomong tetapi tidak pernah membantu apa-apa," ungkap Tien kepada Cyber88.
"Saya sebagai seorang ibu pasti harus memperjuangkan nasib anak-anak, apa pun akan saya lakukan untuk memberi jaminan kebahagiaan kepada mereka," katanya lagi dengan suara tegas agak bergetar.
Saat ini Tien sedang menikmati kegembiraan hidupnya bersama anak-anaknya -- melupakan semua masa lalu yang sempat menghempas harapannya.
Mar agak berbeda dengan Tien.
Sosok perempuan single mommy berusia 52 tahun ini masih kelihatan cantik dan energik meskipun sudah memiliki 2 orang cucu.
Berbeda dengan Tien, Mar justru memberi restu kepada almarhum suaminya pada saat itu untuk mempersunting 2 orang perempuan secara berurutan, dan menjadi madunya.
Bahkan Mar yang mempersunting 2 orang perempuan yang menjadi madunya itu untuk suaminya.
"Mungkin saya waktu itu berpikir agak berbeda dengan kebanyakan perempuan lainnya, Mas...... Saya berpikir biarlah saya kehilangan cinta dari lelaki yang saya cintai asalkan kasih sayangnya kepada anak-anak tidak berubah, dan anak-anak bisa tetap mencintai serta menghormati papanya. Tidak boleh ada yang hilang dalam soal yang satu itu meskipun saya harus kehilangan rasa cinta dari suami saya," begitu kata Mar dengan lirih.
8 tahun lalu sejak suaminya wafat, Mar harus berjuang seorang diri untuk menjamin masa depan kedua anaknya.
Saat ini kedua anaknya juga sudah menyelesaikan kuliahnya dan sedang merintis usaha di bidang entertainment.
"Saya hanya mengawal bisnis anak saya, karena selera bisnis anak muda berbeda dengan saya yang sudah memasuki usia tua," ujarnya sambil tersenyum.
Mar di usianya yang 52 tahun masih aktif di berbagai sektor bisnis termasuk di bisnis batu bara.
Saat ditanya apakah masih punya keinginan untuk menikah lagi? Kedua single mommy ini memberi jawaban berbeda dengan kesamaan wajah kikuknya.
Tien mengaku hanya ingin fokus pada kehidupan anak-anaknya meskipun diakui ada sosok lelaki yang mulai mengganggu pikirannya karena keseriusannya.
"Tapi saya berusaha untuk tidak peduli karena saya memang harus tetap fokus pada kehidupan anak-anak," kata single mommy .
Mar, single mommy berusia 52 tahun, lain lagi ceritanya.
"Ya, memang ada sosok lelaki yang ingin berhubungan serius dengan saya. Tapi saya sudah merasa nyaman dengan kesendirian saya, Mas...... Saya juga bingung bagaimana saya harus menyampaikannya kepada anak-anak jika saya menerima keseriusannya," begitu katanya lirih kepada Cyber88.
Lepas dari kesamaan dan perbedaan 2 sosok perempuan ini, namun keduanya adalah potret perempuan yang sudah berjuang menyelamatkan masa depan anak-anaknya di saat sejumlah harapan terbentur dengan realita kehidupan yang bisa begitu pahit -- tidak sesuai dengan yang menjadi harapan pada waktu itu.


Komentar Via Facebook :