PT SML Diduga Terbitkan SIO Palsu, Perusahaan Bebankan Denda 530 Juta Rupiah ke Pekerja

PT SML Diduga Terbitkan SIO Palsu, Perusahaan Bebankan Denda 530 Juta Rupiah ke Pekerja

CYBER88 | Siak - Salah satu perusahaan bergerak dibidang rental Forklift, PT Sarana Mitra Luas atau SML, diduga menerbitkan Surat Izin Operator atau SIO palsu. Hal itu disampaikan beberapa orang pekerja atau operator kepada wartawan di Kecamatan Tualang, Siak, Selasa (14/2/2023).

Indikasi SIO palsu tersebut dilontarkan oleh salah seorang Safety Pindo Deli Hengky Vandella.

"Yang bilang adanya indikasi palsu pak adalah Hengky Vandella, Safety Pindo Deli pak. Maka kami heran, kok bisa palsu ? Karena SIO kami diurus oleh PT SML pak," kata salah seorang operator dan meminta namanya tidak dicantumkan.

Narasumber tersebut menceritakan, teguran indikasi SIO diduga palsu tersebut pada tahun 2021. Saat itu, pihak Sinarmas dari Pusat melakukan sidak serta audit. Saat dilakukan audit, pihak Sinarmas menemukan beberapa operator gunakan SIO yang expired atau kadaluarsa. Tidak berhenti disitu, salah seorang Safety Pindo Deli Hengky Vandella, menyebutkan temuannya terdapat 24 orang operator gunakan SIO tidak asli.

Dikarenakan hal tersebut, pihak manajemen perusahaan PT Pindo Deli Pulp and Paper memberikan sanksi kepada pihak PT SML senilai lima ratus tiga puluh juta rupiah.

Sayangnya, beban denda yang seharusnya dibayar pihak perusahaan PT SML, dibebankan sepenuhnya kepada pihak pekerja senilai lima ratus tiga puluh juta rupiah.

"Hampir setahun lebih tahun 2021 sekitar bulan September atau Oktober, para operator disuruh kumpulkan foto copy SIO dan Sertifikat. Yang disuruh kumpulkan ada 24 operator yang diduga gunakan SIO palsu, oleh Safety Hengky Vamdella," ujarnya.

"Semuanya terjadi atau terungkap karena adanya audit dilapangan dari Jakarta, dari pihak Sinarmas dari pusat. Pihak Sinarmas juga sidak SIO Operator. Dan ditemukan ada SIO Expired sebanyak 1 orang," ungkapnya.

"Pihak Sinarmas meminta data pengguna SIO kepada operator secara langsung kepada safety Pindo Deli. Sehingga ada ditemukan Sio lainnya yang kemungkinan diduga palsu.Para Operator diberitahukan bahwa SIO terindikasi palsu oleh Hengky Vandella. Hengky Vandella memberikan dispensasi dan menyarankan agar operator urus SIO baru," sambungnya.

Ke 24 operator tersebut menyanggupi pembuatan SIO baru senilai 1,9 juta. Uang dibayar dengan pemotongan gaji selama 2 kali. Pertama satu juta dan kedua kali 9 ratus ribu.

"Akhirnya kami pun buat SIO itu, harganya satu juta sembilan ratus ribu rupiah. Dan PT Arpindo sebagai pihak ke tiga penyelenggara SIO bekerja sama Kemenakertrans. Gaji kami dipotong dua kali untuk buat SIO yang baru," ujarnya.

Tidak menyangka adanya pemotongan gaji senilai satu juta rupiah, sebanyak dua puluh kali untuk 24 operator. Para operator meminta agar pihak PT SML bertanggungjawab, dan memulangkan uang yang telah dipotong.

"Gaji kami dipotong mulai bulan Desember 2022 dan Januari 2023.Kami minta agar perusahaan PT SML mengembalikan hak kami, karena pemotongan gaji sangat membebani. Dan kami meminta agar distop pemotongan, karena PT SML bertanggungjawab penuh atas kesalahan yang dilakukan," urainya.

Sekedar informasi, denda dari perusahaan PT Pindo Deli Pulp and Paper senilai 530 juta rupiah kepada PT SML. Denda tersebut meliputi, penerbitan SIO diduga palsu, SIO Expired dan tidak memiliki SIO.

Sebelumnya pada tahun 2017, SIO pernah diurus oleh Wan Hendri. Selanjutnya, Baskoro pernah mengurus SIO kepada operator PT SML pada tahun 2021. Kedua oknum tersebut adalah mantan karyawan PT SML. 

Pihak manajemen PT SML, Togu Lumbantoruan saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dan, pemotongan tersebut dilakukan dengan dalih memotong invoice terhadap PT SML oleh pihak PT Pindo Deli.

"Terkait SIO mereka itu dinyatakan user Pindo Deli adalah palsu, sehingga Pindo Deli sudah memotong Invoice - Tagihan SML," ujar Togu. 

Komentar Via Facebook :