Warga Menilai, Pembangunan Pavingisasi di Desa Sidomukti Asal Jadi
CYBER88 | Gresik -- Proyek Pembangunan Pavingisasi Jalan Poros Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik diduga asal jadi. Pasalnya, pembangunan bersumber dari Anggaran Bantuan Keuangan Kabupaten senilai 350juta tahun 2022, baru selesai dikerjakan sekitar 2 bulan sudah banyak yang ambles, serta memakai Kanstin bekas. Terkait anggarannya, masyarakat menilai terkesan tidak transparan.
Salah satu warga mengatakan bahwa pembangunannya baru selesai sekitar 2 bulan dan berharap agar paving yang ambles agar segera diperbaiki.
"Dana nya tidak tau mas, Pembangunannya sekitar 2 bulan sudah ambles, kami sebagai warga berharap pemerintah desa untuk segera memperbaikinya agar warga bisa merasakan manfaat yang maksimal." Ujar salah satu warga kepada media ini, Rabu, (15/02).
Sementara itu Edi selaku Ketua TPK (tim pelaksana kegiatan) di temui di kantor desa mengatakan untuk papan informasi nya ada tapi sudah rusak, dan memang menggunakan kanstin bekas.
"Kemarin ada mas papan proyeknya sudah rusak kena hujan, ya memang untuk kanstin itu pakai yang lama, sedangkan uskup dan paving nya baru semua. Kita menggunakan kanstin yang lama itu karena dulu pas waktu pengajuan kata Dinas PU kanstin nya masih layak di pakai lagi." Kata Edi, Kamis, (16/02).
Dikonfirmasi soal pembangunan atau rehab karena pembangunan harus menggunakan material baru semua, dan rehab bisa menggunakan sebagian material yang lama dicampur dengan material yang baru, edi mengatakan bahwa dalam proyek tersebut menggunakan 2 anggaran pembangunan dan rehab sebesar 350juta.
"Itu anggaran totalnya nya 350 juta mas, anggaran pembangunan baru dan rehab satu paket. Ya pembangunan paving yang ambles sekitar 2 bulan, kemarin memang tidak ada pemadatan tidak pakai stamper, cuman sebagian sudah di kasih makadam yang lubang biar rata, setelah itu di kasih pasir urug dan langsung dipasang paving." Kata edi.
Disinggung soal berapa nilai rincian anggaran untuk pembangunan baru berapa dan rehabnya berapa ketua TPK memilih bungkam, langsung diarahkan ketemu dengan kepala desa dan sekretaris desa.
"Untuk lebih jelasnya tanya langsung ke pak kades saja atau sekretaris desa, tapi karena kondisi pak kades yang agak kurang sehat, lebih baik langsung tanya pada sekretaris desa, karena sementara ini dia yang menghendel semuanya." Pungkasnya.
Terpisah Mahfud selaku Sekretaris Desa dikonfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp untuk informasi lebih lanjut terkait anggaran tidak di respon.


Komentar Via Facebook :