Pengerjaan Proyek Pemasangan Paving Block di SMPN 3 Cipatat Terkesan Semrawut

Pengerjaan Proyek Pemasangan Paving Block di SMPN 3 Cipatat Terkesan Semrawut

CYBER88 | KBB – Pelaksana pekerjaan pemasangan paving block di SMPN 3 Cipatat dinilai tidak profesional dalam pengerjaan proyek tersebut.

Pasalnya, Proyek senilai Rp.153.548.000.00 dengan masa kerja 30 hari kalender oleh CV VIKARYA terlihat semrawut dan terkesan asal asalan dan diduga tidak sesuai spek yang telah ditentukan. Hal ini pun mendapat sorotan dari beberapa pihak.

Dilokasi, nampak dari mulai pemasangan paving block yang tidak rapih dan coran semen yang sudah retak, padahal pengerjaan belum selesai. Bahkan material pasir juga berceceran dimana mana sehingga menganggu kesehatan bagi lingkungan sekolah apalagi sekarang musim kemarau.

“Pengawasnya datang sekali kali dan saat ini semua pekerja telah ditarik ke Cipeundeuy karena ada pengerjaan proyek juga disana, “kata seorang pekerja yang tidak mau disebutkan namanya.

Hanya saya sendiri yang ditinggal disini mungkin karena bukan pegawai rombongan mereka dengan kondisi pekerjaan yang acak acakan dan kekurangan material jadi tidak tahu apa yang harus dikerjakan, “imbuhnya.

Menurutnya, pihak Sekolah juga terkesan ikut campur dalam proyek ini karena mereka menginginkan pemasangan di tempat lain selain yang telah ditentukan oleh Dinas terkait.

“Mungkin ini salah satu penyebabnya sehingga proyek ini terlihat semrawut,” keluhnya.

Ketika awak media mencoba mengkonfirmasi terlihat kepala sekolah tidak berkenan ditemui dan guru guru pun terlihat sangat tertutup, mereka tergesa gesa menghindari awak media.

Terkait hal ini menurut Ceppy, sekjen DPC PERKARA KBB, pelaksana pekerjaan ini sangat tidak profesional karena pekerjaan belum selesai tapi pekerja sudah ditarik ke tempat lain.

“Padahal waktu pengerjaan masih tiga sampai enam hari lagi,” kata Ceppy.

Selain itu papan informasi tidak dipasang dengan baik hanya disenderkan ada tembok sekolah, seolah olah tidak  penting,” cetusnya.

“Kalau memang kekurangan pekerja harusnya dipakai tenaga lokal putra daerah yang punya potensi sama dengan pekerja yang mereka bawa,ini yang dipakai cuma satu warga disini dari pengajuan tiga orang,” lanjut dia. 

Kata Ceppy, Ini harus menjadi catatan bagi Dinas Pendidikan Bandung Barat untuk lebih selektif dalam menjalin kerjasama dengan pihak ketiga.

Pihak Sekolah juga mengeluhkan bahwa para pekerja ini tidur di mushola sekolah tanpa meminta ijin dan jelas mengganggu lingkungan sekolah.

Awak Media Cybber88 kembali mendatangi lokasi, rabu (03/08) tapi pihak CV VIKARYA tidak ada yang datang bahkan mereka juga tidak meninggalkan no hp yang bisa dihubungi oleh pihak sekolah. (yus')

Komentar Via Facebook :