Pembangunan TPT di Desa Sidobogem yang Dilaksanakan Secara Swakelola, Ko Dikerjakan oleh Warga Luar Desa?
CYBER88 | Lamongan -- Sejumlah warga di Dusun Simo Desa Sidobogem Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan Jawa Timur mempertanyakan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang tak mempekerjakan warga Desa Sidobogem khususnya warga sekitar.
Padahal, di papan informasi proyek yang terpampang di lokasi kegiatan tertulis dengan jelas bahwa pekerjaan tersebut dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Jubellor. Artinya, pekerjaan swakelola tersebut semestinya menggunakan pekerja dari warga Desa Jubellor.
Sementara pemerintah sekarang lagi gencar-gencarnya dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa, khususnya warga lokal yang miskin dan marginal, yang bersifat produktif dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk memberikan tambahan upah/pendapatan, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Oleh karena itu, mereka pun mempertanyakan apakah upah pekerja untuk warga luar desa lebih murah di bandingkan dengan warga lokal sendiri Sehingga Pemdes Sidobogem memilih pekerja dari luar desa?
Diketahui dari papan informasi proyek, pekerjaan dengan Volume 261.00 x 1.00 x 0.30 M itu dibiayai dari Bantuan Keuangan Khusus Kepada Pemerintah Desa (BKKPD) tahun Anggaran 2023 senilai Rp. 200juta. Material yang digunakan menggunakan batu putih atau batu Kumbung.
Ditemui awak media, Salah satu pekerja di lapangan mengatakan bahwa orang Sugio.
"Semuanya pekerja orang Sugio mas,"kata pekerja singkat.
Terpisah, Suhartono, Kepala Desa Sidobogem ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa volume pembangunan TPT sesuai dengan yang ada di papan, dan batunya sudah sesuai yang keras.
"Anggaran dan Volumenya ada di papan informasi proyek, terkait menggunakan batu putih, karena kalau batu yang merah itu malah muprul (mudah hancur). Kalau batu ini mestinya diambil dari wilayah Tuban." Kata Suhartono di kantornya, Senin (29/5/2023).
Disinggung soal semua pekerja dari luar Desa Sidobogem, Kades menampik hal itu. Ia mengatakan bahwa itu ada campuran warga desa lokal, dan juga ada yang bekerja di proyek pembangunan lainnya.
"Pekerjanya ada campuran orang luar juga ada orang dalam desa, jadi warga desa lainnya kerja di titik pembangunan yang lain karena ada 3 titik pembangunan." Ucapnya.
Soal lantai dasar tidak menggunakan pasir urug, Kepala Desa mengatakan memang tidak ada di RAB nya.
"Kayaknya belum mas, tapi semua tergantung di RAB nya, kalau itu memang nggak ada pasirnya." pungkasnya.
Menyikapi pernyataan Kepala Desa yang mengatakan bahwa warga Desa Sidobogem dipekerjakan dalam proyek tersebut, sejumlah warga Nampak kecewa dan kembali menandaskan bahwa semua pekerja merupakan orang dari Sugio.
"Itu pekerjanya bukan dari warga Desa Sidobogem semua, itu dari Sugio. Pembangunan lainnya yang didalam Sidobogem itu juga orang luar Desa Mas." Cetus warga. (Dan)


Komentar Via Facebook :