Agus Yasmin : Sinergitas Bupati Bandung Dengan DPRD Menjadi Kunci Sukses Implementasi RPJMD Kabupaten Bandung
CYBER88 | Bandung -- Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bandung Agus Yasmin menyampaikan bahwa masa jabatan Bupati Bandung Dadang Supriatna tinggal menyisakan 1,6 tahun dari masa jabatan awal 3,6 tahun.
Maka demikian politisi yang akranb disapa Kang AY ini berharap Bupati Bandung fokus meningkatkan kerja sama yang lebih elok, baik, dan mantap dari seluruh unsur Muspida dan jajaran perangkat daerah sehingga penyelesaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bisa dituntaskan.
Lebih penting lagi, terbangunnya kerja sama dan sinergitas Bupati Bandung dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan RPJMD Kabupaten Bandung, Ucap Kang AY di kediamannya, Soreang, Selasa (5/6/23) Sore.
Menurut dia, secara berkala Bupati Bandung telah melakukan langkah-langkah konstruktif dalam pelaksanaan pembangunan fisik dan pemberdayaan dalam rangka melaksanakan tugasnya. Akan lebih baik di sisa Tahun Anggaran 2023, Bupati Bandung hendaknya melakukan evaluasi mendalam sebelum melakukan perubahan anggaran.
"Beberapa sektor yang mendasar seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat menyedot alokasi anggaran cukup besar perlu dievaluasi, kalau berhasil segera digelontorkan, termasuk insentif guru ngaji, sehingga penerima manfaat tepat sasaran. Termasuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang Pendidikan melalui ketersediaan tenaga pengawas pendidikan yang erat kaitannya dengan pembinaan di tingkat Sekolah Dasar, " ujar Agus Yasmin yang akrab disapa kang AY.
Sesuatu yang menonjol pada hari ini, tambah kang AY, menyangkut revitalisasi Pasar Banjaran, dimana kami berterima kasih dan mensupport Bupati Bandung Dadang Supriatna yang telah melakukan komunikasi yang baik dengan semua stakeholder yang ada di pasar Banjaran.
"Lebih elok lagi Bupati Bandung dapat mencermati lebih dalam dari komunikasi itu, sehingga dukungan masyarakat seluruh stakeholder pasar Banjaran menjadi faktor strategis suksesnya revitalisasi pasar Banjaran," pintanya.
Kemudian menyangkut revitalisasi pasar, kami menyarankan penataan terpadu antara Disperdagin dan Dishub dibawah kendali perencanaan DPUTR dalam membuat site plan terkoneksi, terpadu yang bertujuan membuat para pengunjung nyaman. Sebab mayoritas letak pasar di Kabupaten Bandung ini selalu berhimpitan dengan sub terminal/terminal.
Agus Yasmin berharap revitalisasi pasar yang sudah lama tidak dilakukan oleh Pemkab Bandung ini jangan semata-mata mengejar fisik, tetapi lebih berorientasi pada peningkatan pendapatan para pedagang.*(Arif)


Komentar Via Facebook :